Pemerintah Alokasikan Rp15 Triliun untuk Cetak Sawah 2025, Bagaimana di Kepulauan Riau?
Menteri Koordinator bidang pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Jakarta, Batamnews – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menkopangan) Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 triliun untuk program cetak sawah dan intensifikasi pertanian pada tahun 2025.
Dalam program ini, cetak sawah akan mencakup penambahan 150.000 hektar lahan baru, sedangkan intensifikasi akan dilakukan pada 80.000 hektar lahan pertanian yang sudah ada.
“Cetak sawah 150.000 hektar, tapi ada juga intensifikasi 80.000 hektar. Totalnya Rp15 triliun,” kata Zulkifli setelah menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Anggaran Swasembada Pangan tahun 2025 di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.
Baca juga: BP Batam Bantah Pengelola Serahkan UWT Rempang Sejak 2004
Kedua program ini berada di bawah Kementerian Pertanian dan bertujuan untuk mendukung pencapaian swasembada pangan yang menjadi target pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Sebelumnya, dalam rapat pembahasan anggaran, Zulkifli menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan total anggaran hingga Rp139,4 triliun untuk program swasembada pangan yang ditargetkan akan tercapai antara tahun 2028-2029.
“Ini adalah rapat keempat tentang anggaran ketahanan pangan. Saya tekankan bahwa kewenangan dan anggaran tersebar di berbagai lembaga,” tambah Zulkifli.
Baca juga: Pengembangan Salak Sari Intan, Komoditas Unggulan Bintan Menuju Pasar Ekspor
Dengan alokasi anggaran yang signifikan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia serta memastikan ketahanan pangan bagi masyarakat.
Di Kepulauan Riau sendiri, cetak sawah pernah menjadi trending nasional di masa Bupati Lingga, saat itu Alias Wello yang berkolaborasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, pada kabinet Joko Widodo - Muhammad Jusuf Kalla.

Komentar Via Facebook :