Disperindagkop-UKM Lingga Gelar Pelatihan Akses Pemasaran UMKM, Tingkatkan Daya Saing dan Inovasi Pelaku Usaha
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Lingga menyelenggarakan Pelatihan Akses Pemasaran pada 22 hingga 24 Oktober 2024 di Hotel Prima In, Dabo Singkep. (Foto: istimewa)
Lingga, Batamnews - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Lingga menyelenggarakan Pelatihan Akses Pemasaran pada 22 hingga 24 Oktober 2024 di Hotel Prima In, Dabo Singkep.
Pelatihan ini dibuka oleh Ibu Wirdaningsih, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Lingga, dan berlangsung atas kerjasama dengan Al Ahmadi Entrepreneurship Center (AEC). Sebanyak 38 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kabupaten Lingga mengikuti pelatihan ini selama tiga hari.
Pelatihan ini menghadirkan fasilitator berpengalaman, termasuk Direktur Eksekutif Lisya Anggraini, Dr. Maya Inayati dari AEC, serta Shelly, Direksi PT. Salaku Cara Enak Makan Salak yang berbasis di Jakarta.
Baca juga: Sebanyak 78.076 Surat Suara Pilkada Lingga Dikirim dari Bekasi, KPU Lingga Siapkan 35 Petugas Sorlip
Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Lingga Said Hendri melalui Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UKM Susi Yenty mengatakan, tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, baik dari segi pola pikir (mindset) maupun keterampilan pemasaran, baik secara offline maupun online.
"Yang pertama, terkait penguatan pola pikir dan attitude entrepreneurship. Targetnya, pelaku UMKM punya pemahaman bahwa mereka perlu memperbaiki pola pikir terhadap bisnisnya. Mereka didorong untuk meyakini bahwa bisnis yang dikelola akan bisa menjadi masa depan. Sebab, ada goals atau target pencapaian hidup yang mesti diraih dari bisnis yang dijalankan," kata Susi kepada batamnews.co.id, Kamis, 24 Oktober 2024.
Keyakinan ini yang akan mendorong penguatan sikap mental (attitude) dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Sehingga tidak mudah patah semangat ketika ada ujian dalam bisnis. Dan bisnis yang dikelola punya tujuan pencapaian yang jelas.
Selain itu peserta juga didorong untuk memiliki keterampilan bagaimana menciptakan peluang, dan memasarkan secara offline dan online. Artinya pelaku UMKM dengan pelatihan ini mengerti cara-cara untuk mendapatkan peluang baru yang selama ini tidak disadari.
Baca juga: Pentingnya Deteksi Dini PTM, Wakil Ketua DPRD Lingga dan ASN Jalani Pemeriksaan Kesehatan
"Dengan cara ini, pelaku UMKM tidak lagi menghadapi ketatnya persaingan dalam bisnis. Untuk mendapatkan peluang ini, UMKM dilarang meniru. Mereka didorong memiliki kemampuan untuk menciptakan produk berdaya saing, yang indikatornya adalah produk yang memiliki ciri khas atau ciri pembeda, dan dibutuhkan oleh calon pembeli," jelas dia.
Dari latihan yang dilakukan, beberapa peserta berhasil membuat ide produk baru, diantaranya adalah membuat keripik pedas dengan tingkatan level pedas. Ide ini muncul disebabkan, masalah pelanggan selama ini yang memiliki kebutuhan rasa pedas yang beragam.
Ide lainnya, juga berangkat dari masalah petani di Lingga yang sulit mendapatkan pupuk organik untuk pertanian mereka. Salah seorang peserta memiliki ide untuk membuat pupuk organik dari limbah/kotoran hewan ternak yang cukup banyak juga di Lingga.
"Dengan upaya itu, peserta akan memiliki daya saing produk yang selanjutnya akan memiliki kekuatan untuk mengembangkan pemasaran," pungkas Susi.
Komentar Via Facebook :