Mengenal Meutya Hafid, Eks Jurnalis yang Dilantik Prabowo Sebagai Menteri Komunikasi dan Digital
Meutya Hafid. (Foto: IG)
Batam, Batamnews – Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat politikus Partai Golkar, Meutya Hafid, sebagai Menteri Komunikasi dan Digital dalam kabinetnya. Pengumuman ini disampaikan Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Minggu, 20 Oktober 2024 malam.
Meutya Hafid menjadi salah satu dari sedikit perempuan yang masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran Rakabuming, dan akan bertugas di Kementerian Komunikasi dan Digital. Tidak hanya itu, Meutya juga akan ditemani dua wakil menteri yang akan membantu tugas-tugas strategis di kementerian tersebut.
Meutya Hafid memiliki latar belakang yang kuat dalam pendidikan dan pengalaman, baik di dunia politik maupun jurnalistik. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 3 Mei 1978, namun besar di Jakarta setelah keluarganya pindah pada era 1980-an.
Baca juga: Daftar Menteri 'Kabinet Merah Putih' Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Menteng 02 dan SMPN 1 Jakarta sebelum ia melanjutkan sekolah menengah di SMAN 8 Jakarta. Namun, perjalanan pendidikannya kemudian membawanya ke Crescent Girls' School di Singapura, di mana ia lulus pada tahun 1997.
Pendidikan tingginya dijalani di luar negeri, tepatnya di Universitas New South Wales, Australia, dengan jurusan Teknik Manufaktur, di mana ia meraih gelar sarjana pada 2001. Tidak berhenti di sana, pada 2018, Meutya menyelesaikan pendidikan magister Ilmu Politik di Universitas Indonesia.
Karier jurnalistik Meutya Hafid dimulai setelah ia kembali dari Australia. Ia bergabung dengan Metro TV sebagai reporter dan di sinilah ia mendapat pengalaman berharga dalam dunia liputan. Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya terjadi pada 2005, ketika ia bertugas meliput Pemilu di Irak bersama seorang rekannya.
Namun, tugas tersebut berubah menjadi peristiwa dramatis ketika mereka diculik oleh kelompok milisi bersenjata Mujahidin selama tujuh hari. Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan menjadikan Meutya dikenal luas.
Baca juga: Panduan Lengkap Penggunaan Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI yang Benar
Tidak hanya berprestasi di dunia jurnalistik, Meutya Hafid juga melebarkan sayapnya ke dunia politik. Pada 2009, ia bergabung dengan Partai Golkar dan terjun dalam kontestasi politik sebagai calon Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara I. Meski baru resmi masuk Senayan pada 2010 sebagai pengganti antar-waktu almarhum Burhanuddin Napitupulu, karier politik Meutya terus menanjak.
Dalam perjalanan politiknya, Meutya Hafid sempat menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI periode 2019-2024. Komisi ini memiliki tanggung jawab besar, termasuk dalam urusan pertahanan nasional, hubungan luar negeri, informasi, komunikasi, dan intelijen.
Pengangkatan Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah strategis. Meutya diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam dunia komunikasi dan digitalisasi di Indonesia, dengan latar belakangnya yang kaya baik dalam dunia politik maupun jurnalistik.
Dengan dukungan dua wakil menteri di kementerian yang ia pimpin, tantangan dan peluang dalam era digitalisasi yang terus berkembang di Indonesia akan semakin besar, namun banyak pihak yang optimis dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh Meutya Hafid.

Komentar Via Facebook :