Rekaman Dugaan 'Kongkalingkong' Pengaturan Proyek Hingga Jatah Tambang Mirip Suara Bupati Lingga Beredar
Tangkapan layar rekaman suara mirip bupati lingga beredar luas di kalangan masyarakat Kabupaten Lingga.
Tanjungpinang, Batamnews — Sebuah rekaman yang diduga berisi percakapan terkait dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lingga telah beredar luas di masyarakat.
Rekaman berdurasi 34 menit itu memperdengarkan percakapan antara dua orang yang membahas pembagian dana APBD untuk mendukung Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2024 yang lalu.
Suara dalam rekaman tersebut diduga mirip dengan Bupati Lingga, MN (yang saat ini sedang cuti), dan AN, Ketua DPRD Lingga Periode 2019–2024.
Selain membahas APBD, percakapan itu juga menyebut sejumlah nama penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga hingga Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, termasuk nama Gubernur Kepri.
Baca juga: Warga Tanjungpinang Tangkap Pencuri Kabel di Bekas Showroom Mobil Jalan Gatot Subroto
Percakapan tersebut juga menyiratkan adanya pengaturan "bagi-bagi" jatah dari setoran sejumlah pengusaha dan investor tambang, termasuk tambang pasir kuarsa dan tambang timah rakyat yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lingga.
Salah satu petikan rekaman bahkan menyebut Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga turut membantu pendanaan bagi 25 Caleg sebesar Rp 10 juta hingga bulan Januari.
“Untuk 25 Caleg di PU masih dibantu kawan yang atur di PU,” kata suara yang diduga mirip MN.
Hingga berita ini diturunkan, kedua pihak yang diduga terlibat, MN dan AN, belum memberikan tanggapan terkait rekaman tersebut.
Ketua Laskar Bunda Melayu (LBM) Kabupaten Lingga, Rasyid Maulana, merespons kejadian ini dengan tegas.
Ia berencana melaporkan dugaan kasus korupsi yang mencuat di wilayahnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah ini ditempuh setelah rekaman dugaan pembagian fee proyek tersebar di kalangan masyarakat.
“Kami, Laskar Bunda Melayu, punya tanggung jawab moral untuk menjaga daerah ini dari tangan-tangan yang ingin merusak. Ini bukan masalah politik, ini soal kebenaran dan keadilan,” tegas Rasyid dalam pernyataannya, Jumat, 18 Oktober 2024.
Rasyid menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bukti yang akan segera diserahkan kepada KPK dan Kejagung.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan cepat terhadap laporan yang akan diajukan. “Kita tidak ingin daerah ini terus didera masalah akibat segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” lanjutnya.
Baca juga: Selebgram Istri Tersangka Pencucian Uang Diduga Nikmati Hasil Judi Online
Lebih jauh, Rasyid mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung langkah tersebut. Ia menekankan bahwa perjuangan melawan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tambahnya.
Pernyataan Rasyid mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis anti-korupsi di daerah. Mereka berharap laporan dari LBM Lingga ini segera ditindaklanjuti secara cepat dan transparan oleh KPK dan Kejagung.

Komentar Via Facebook :