Pemko Tanjungpinang Tidak Punya Anggaran untuk Perbaikan Rumah Korban Angin Kencang
Atap rumah roboh akibat angin kencang beberapa waktu yang lalu.
Tanjungpinang, Batamnews — Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengaku tidak memiliki anggaran untuk membantu perbaikan rumah korban angin kencang yang atapnya terangkat beberapa waktu lalu.
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan sejauh ini hanya berupa bantuan sementara, seperti pemberian sembako.
"Sejauh ini di anggaran APBDP, kita tidak menganggarkan untuk korban angin kencang," kata Zulhidayat pada Rabu, 2 Oktober 2024.
Menurut Zulhidayat, Pemko Tanjungpinang juga tidak dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tersedia, karena penggunaannya yang sangat terbatas.
Baca juga: Polres Bintan Gelar Rapat Koordinasi Cegah Masalah Penyaluran BBM Biosolar Bersubsidi
BTT Pemko Tanjungpinang saat ini berjumlah sekitar Rp1,5 miliar, namun penggunaannya hanya diperuntukkan untuk dua keperluan, yaitu penanggulangan bencana dan keperluan mendesak lainnya.
"Penggunaan anggaran BTT hanya bisa digunakan untuk keperluan yang sesuai dengan undang-undang kebencanaan, yang memerlukan tanggap darurat dan prosedur lainnya. Saat ini, kejadian angin kencang tersebut belum dapat dikategorikan sebagai bencana alam," jelas Zulhidayat.
Selain itu, bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga tidak bisa diberikan kepada korban angin kencang tersebut, karena memiliki kriteria penerima yang berbeda. Program tersebut hanya ditujukan untuk warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Salah satu korban angin kencang, Ali, hingga kini masih bertahan hidup di rumahnya yang beratapkan terpal selama dua pekan terakhir. Meski telah menerima bantuan berupa paket sembako, belum ada kejelasan mengenai perbaikan atap rumahnya.
"Dapur tidak ditutup karena terpalnya tidak cukup. Saat angin kencang, televisi dan kipas angin juga rusak, karena kita langsung selamatkan diri," ungkap Ali.
Meskipun demikian, Pemko Tanjungpinang diharapkan dapat mencari solusi agar korban angin kencang seperti Ali mendapatkan bantuan yang lebih memadai.

Komentar Via Facebook :