Upaya Pemda Natuna Dalam Penanganan Kasus Kenakalan Remaja

Upaya Pemda Natuna Dalam Penanganan Kasus Kenakalan Remaja

Aditia

Natuna, Batamnews - Salah satu program pemerintah daerah ( Pemda) Kabupaten Natuna dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia ( SDM) terutama di bidang pendidikan adalah mengupayakan untuk meminimalisir kasus kenakalan remaja yang terjadi di Natuna. 

Sebagaimana di ketahui problematika terkait kenakalan remaja ini sendiri cukup komplek dan memiliki dampak yang signifikan bagi perkembangan anak pada usia usia produktif. 

"Faktor utama dalam kasus kenakalan remaja yang terjadi di Natuna adalah berawal dari keluarga masing masing" Ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPPA), Sri Riawati saat dijumpai di ruang kerjanya Rabu ( 25/09/24).

Kebanyakan remaja yang bermasalah di akibatkan oleh kurangnya perhatian dan kepedulian orang tua mereka di lingkungan keluarga. Sehingga masalah itu melebar hingga ke lingkungan sekolah bahkan ke lingkungan masyarakat sekitar. 

Untuk di Natuna sendiri, kasus kenakalan remaja yang acap kali dijumpai adalah pembullyan, merokok dan pergaulan bebas. Sebagaimana data yang masuk ke dinas terkait, ketiga kasus tersebut kini mendapatkan perhatian khusus dari beberapa dinas terkait untuk melakukan berbagai upaya guna menekan angka kenakalan remaja dalam hal case tersebut. 

Sri Riawati melanjutkan jika selama ini, untuk beberapa kasus seperti Bullying ( perudungan) dan merokok, untuk penyelesaian nya kebanyakan akan ditangani di lingkungan sekolah. Namun jika kasus tersebut telah memasuki ranah yang lebih serius seperti kehamilan di luar nikah ataupun kekerasan terhadap sesama pelajar, maka kasus tersebut akan masuk ke Dinas PPPA melalui UPTD PPPA untuk dilakukan konseling dan pendampingan. 

Dirinya juga menjelaskan bahwa selama ini pihaknya bersama beberapa stack holder juga sudah melakukan upaya sosialisasi ke berbagai sekolah baik sekolah menengah pertama maupun atas guna menekan angka kenakalan remaja yang ada di Natuna. 

Untuk tahun 2024 sendiri, diakuinya bahwa kasus terkait kenakalan remaja yang masuk ke meja pengaduannya bisa dibilang cukup sedikit, lebih ke kasus kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual di bawah umur. Dimana diakuinya para pelakunya pun dari kalangan remaja. 

Sementara itu salah satu remaja, Rabi mengaku jika dirinya dan kawan kawan seusianya lebih memilih menyalurkan hobi mereka ke hal hal yang lebih positif, seperti ke bidang olahraga, musik dan kreatifitas lainya. 

" Kalau untuk nakal nakal sewajarnya sih sering tapi kalau sampai merokok dan pergaulan bebas tak pernah. " Ujar Rabi saat di jumpai Batamnews. 

Dirinya mengharapkan kepada Pemda Natuna untuk lebih memberikan wadah dan ruang guna menampung kreatifitas para remaja saat ini. Dimana di Natuna sendiri sampai sejauh ini masih sangat minim program program pemerintah yang melibatkan para remaja seusia dirinya. 

Dirinya yang saat ini duduk di bangku kelas tiga salah satu SMA di Natuna ini pun lebih menjelaskan jika anak anak seusianya kini lebih banyak terpengaruh oleh perkembangan Gadget atau Handphone. Dimana kita tau salah satu faktor terbesar dalam meningkatnya kasus kenakalan remaja adalah dengan bebasnya para remaja mengakses internet melalui gadget tersebut. 

Untuk itu, kita berharap peran penting dari semua pihak khususnya dari lingkungan keluarga dan sekolah untuk bisa ikut serta membatasi dan mengawasi prilaku para remaja dalam bergaul di era digitalisasi saat ini. (yan)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :