Polisi di Lingga Sosialisasikan Dampak Buruk Bullying ke Pelajar SMP Islam Integral Luqman Al-Hakim

Polisi di Lingga Sosialisasikan Dampak Buruk Bullying ke Pelajar SMP Islam Integral Luqman Al-Hakim

Polsek Daik Lingga melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMP Islam Integral Luqman Al-Hakim, Kelurahan Daik Lingga, pada Sabtu, 14 September 2024. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Dalam upaya memberikan edukasi tentang bahaya perundungan (bullying) kepada pelajar, Polsek Daik Lingga melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMP Islam Integral Luqman Al-Hakim, Kelurahan Daik Lingga, pada Sabtu, 14 September 2024. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertujuan untuk menguatkan berbagai kompetensi siswa dalam menghadapi permasalahan sosial di lingkungan mereka.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Daik Lingga, Iptu Djawane Sariman, yang menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah penting untuk mendukung perkembangan pelajar yang sehat, bebas dari kekerasan fisik maupun mental. 

Program P5 juga bertujuan untuk mendorong para pelajar agar mampu mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di sekitar mereka, termasuk perundungan.

Baca juga: Kapolsek Daik Lingga Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana Angin Puting Beliung di Desa Penuba

"Potensi, bakat, dan minat para pelajar harus diberikan wadah yang sesuai dengan program kurikulum merdeka, agar mereka bisa terus tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan demikian, mereka akan merasa senang dan nyaman saat belajar di sekolah," ujar Iptu Djawane Sariman.

Dalam sosialisasi tersebut, Kapolsek Daik Lingga bersama timnya menjelaskan secara rinci mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, serta faktor-faktor penyebab dan dampak yang ditimbulkan. Selain itu, mereka juga memberikan solusi pencegahan untuk menghindari perundungan di sekolah.

Iptu Djawane Sariman menekankan bahwa bullying tidak hanya merusak mental korban tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang tidak sehat. Ia mengajak para pelajar untuk saling menghormati dan membangun solidaritas di antara sesama siswa, sehingga perundungan dapat dicegah sejak dini.

Selain membahas bullying, Iptu Djawane juga memberikan penjelasan mengenai bahaya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan penggunaan handphone secara berlebihan. Ia mengingatkan para pelajar untuk fokus pada pendidikan dan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. 

Baca juga: Bawaslu Lingga Buka Rekrutmen 233 Pengawas TPS untuk Pilkada Serentak 2024

“Pelajar harus menjaga kesehatan, memperhatikan lingkungan pergaulan, dan membentengi diri dengan keimanan agar terhindar dari pengaruh negatif,” ujarnya.

Iptu Djawane juga mengingatkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam pencegahan bullying. Orang tua diimbau untuk lebih peka terhadap perilaku anak-anak mereka, baik di sekolah maupun di luar sekolah, serta memberikan edukasi tentang pentingnya saling menghormati.

“Permasalahan bullying saat ini cenderung meningkat dan sangat mengkhawatirkan. Orang tua harus lebih peka dan senantiasa memberikan wawasan serta edukasi kepada putra-putrinya. Jika ada permasalahan, segera komunikasikan agar bisa dicarikan solusinya," tegas Iptu Djawane Sariman.

Dengan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menghormati satu sama lain dan menghindari segala bentuk perundungan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif di sekolah.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :