Perkumpulan Perkasa Alam Karimun Ajarkan Seni Tradisional Melayu kepada Siswa SMPN 3 Tebing

Perkumpulan Perkasa Alam Karimun Ajarkan Seni Tradisional Melayu kepada Siswa SMPN 3 Tebing

Perkumpulan Perkasa Alam berkomitmen untuk melestarikan seni tradisional warisan Melayu dengan memberikan edukasi kepada siswa dan siswi di SMPN 3 Tebing.

Rhuuzi Wiranata

Karimun, Batamnews – Perkumpulan Perkasa Alam berkomitmen untuk melestarikan seni tradisional warisan Melayu dengan memberikan edukasi kepada siswa dan siswi di SMPN 3 Tebing. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya Melayu sejak dini, sehingga generasi muda dapat membedakan antara warisan budaya asli dan kreasi modern.

Materi yang diajarkan mencakup penggunaan kain samping, cara mengenakan tengkulok (tengkuluk), dan pembuatan tanjak, yang merupakan penutup kepala khas Melayu. 

Ketua Perkumpulan Perkasa Alam, Abu Abdillah Fahmi, menjelaskan bahwa mereka memberikan pelatihan khusus untuk membuat tanjak bulan bidang, yang merupakan tanjak warisan khas Kepulauan Riau (Riau-Lingga), serta berbagai bentuk tengkulok seperti Sabulang, Sagulung, dan tengkulok putri. Selain itu, siswa juga diajarkan tiga jenis ikatan kain samping, yakni Fajar Menyinsing, Dendang Perantau, dan Teruna Mencari Jodoh.

Baca juga: Semarak HUT ke-79 RI, KKP Karimun Gelar Jalan Santai dan Lomba Rakyat

"Kita ajarkan cara pembuatan tanjak, yaitu tanjak bulan bidang yang merupakan tanjak warisan khas Kepulauan Riau, kemudian juga karangan tengkuluk, seperti Sabulang, Sagulung, dan tengkuluk putri. Dan ada tiga ikatan kain samping, seperti Fajar Menyinsing, Dendang Perantau, dan Teruna Mencari Jodoh," jelas Fahmi.

Pelatihan seni budaya ini merupakan bagian dari projek B5 Kurikulum Merdeka yang diusung oleh SMP N 3 Tebing dengan tema kearifan lokal seni warisan budaya Melayu. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi dapat mengenal dan menghargai warisan budaya Melayu sejak dini.

"Seperti kata pepatah Melayu lama, melentur baiklah dari rebungnya. Jadi, kita harapkan anak-anak kita dapat mengenal warisan budaya ini sejak dini," tambah Fahmi.

Wakil Kepala Sekolah SMP N 3 Tebing, Fitri, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Menurutnya, pelatihan yang diberikan oleh Perkumpulan Perkasa Alam telah memberikan pengetahuan baru tentang warisan budaya Melayu yang harus dijaga dan dilestarikan.

Baca juga: PAN Resmi Dukung Pasangan Bakti Lubis-Raja Bakhtiar (BARA) di Pilkada Karimun 2024

"Ini merupakan warisan budaya Melayu yang harus kita jaga dan lestarikan, jadi kami pihak sekolah juga sangat mendukung,” kata Fitri.

Lebih lanjut, Fitri mengungkapkan bahwa pihak sekolah sedang mempertimbangkan untuk menerapkan pemakaian pakaian adat Melayu secara rutin di sekolah. "Setiap hari Jumat, siswa dan siswi menggunakan seragam baju kurung Melayu. Tidak menutup kemungkinan ke depan akan kita terapkan penggunaan kain samping dan penutup kepala seni tradisional Melayu ini," ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Karimun semakin memahami dan mencintai warisan budaya mereka, sehingga tradisi Melayu yang kaya dan unik ini dapat terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :