BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Indonesia, Kepri Masuk?
Ilustrasi
Batam, Batamnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi selama sepekan ke depan di berbagai wilayah Indonesia. Peningkatan intensitas hujan ini disebabkan oleh aktifnya beberapa fenomena atmosfer global yang mempengaruhi cuaca di Indonesia.
"Peningkatan potensi hujan ini dipengaruhi oleh aktivitas fenomena cuaca global, seperti gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan MJO (Madden-Julian Oscillation), serta adanya daerah pertemuan dan perlambatan angin.
Kondisi ini menciptakan udara yang labil dan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan," ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2024.
Fenomena Atmosfer dan Dampaknya
Guswanto menjelaskan bahwa fenomena cuaca ini terutama akan berdampak pada wilayah Indonesia bagian tengah dan utara, mencakup sebagian besar wilayah Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Meskipun wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara masih berada dalam musim kemarau, beberapa daerah lainnya diperkirakan akan mengalami peningkatan hujan hingga akhir Agustus.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Guswanto juga mengingatkan pentingnya selalu memantau informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. "Ada baiknya senantiasa meng-update informasi cuaca sebelum berkegiatan di luar ruang. Selalu sedia payung sebelum hujan," imbuhnya.
Faktor Peningkatan Potensi Hujan
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa beberapa fenomena atmosfer global, seperti MJO, Gelombang Kelvin, dan Rossby Equatorial, menjadi pemicu utama peningkatan potensi hujan. Fenomena ini menyebabkan peningkatan ketersediaan uap air di atmosfer, yang pada gilirannya mendukung pembentukan awan hujan.
Selain itu, peningkatan kecepatan angin di selatan ekuator dengan arah dominan dari timur-tenggara menciptakan pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di beberapa wilayah Indonesia utara khatulistiwa. Kondisi ini semakin memperbesar peluang terjadinya hujan lebat.
"Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot juga terpantau di wilayah Papua Selatan bagian selatan, Laut Arafura, Laut Banda, Maluku bagian tenggara, Laut Jawa bagian timur, dan Laut Seram, yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut," jelas Andri.
Daftar Wilayah dengan Potensi Cuaca Ekstrem
BMKG juga merilis daftar wilayah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem selama periode 23-28 Agustus 2024. Daerah-daerah tersebut meliputi:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Bengkulu
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Selatan
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua Barat Daya
- Papua
- Papua Tengah
- Papua Selatan
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara berkala, guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak dari cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Komentar Via Facebook :