Ratusan Calon Siswa Gagal Daftar di SMAN 20 Batam, Gubernur Harus Tanggung Jawab
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 20 Kota Batam. (Istimewa).
Batam, Batamnews - Ratusan orang tua calon siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 20 Batam Kota, Batam, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diduga menyebabkan ratusan calon siswa terlantar dan tidak mendapatkan pendidikan akibat ketidakpastian dari pihak sekolah.
Salah satu orang tua calon siswa SMAN 20 mengungkapkan kekhawatirannya kepada batamnews.co.id.
"Sistem penerimaan siswa di SMAN 20 tidak jelas. Kami sudah sesuai dengan Zona C, tetapi anak saya tidak bisa mendaftar karena alasan kelas sudah penuh dan sebagainya. Sampai saat ini, anak saya sudah sekitar satu bulan tidak bersekolah," ujar salah satu orang tua calon siswa, Jumat, 9 Agustus 2024.
Baca juga: Pencurian Roda Mobil di Karimun: Mitsubishi Expander Kehilangan Dua Roda Depan
Menurut penjelasannya, alasan SMAN 20 Batam tidak dapat menerima ratusan calon siswa ini karena keterbatasan ruang kelas. Meskipun para wali murid telah menawarkan solusi dengan membiayai pembangunan ruang kelas tambahan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan.
"Kami siap membangun ruang kelas tambahan di SMAN 20 dengan biaya dari para wali murid. Kami hanya ingin anak-anak kami bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak," ungkapnya.
Namun, pihak sekolah malah menyarankan beberapa SMAN lain di Kota Batam sebagai alternatif, yang berada di wilayah Sei Panas, Kabil, dan Nongsa. Namun, jarak yang jauh menjadi kendala bagi para wali murid.
"Apakah pihak sekolah tidak memikirkan transportasi anak-anak kami? Jarak sekolah yang ditawarkan sangat jauh dari tempat tinggal kami. Mengapa Dinas Pendidikan menggemakan aturan Zona C jika anak kami harus bersekolah di tempat yang jauh dan tidak sesuai dengan zona tersebut?" ucapnya dengan nada kesal.
Ia juga menyampaikan bahwa akibat tidak bersekolah, kondisi psikologis dan mental anak-anak mereka terganggu, menyebabkan mereka merasa malu dan tidak mau bergaul dengan teman-temannya yang sudah bersekolah.
"Anak-anak sampai terganggu mentalnya karena tidak bersekolah," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa ratusan wali murid berencana melakukan aksi protes terhadap kebijakan yang diterapkan di SMAN 20 pada hari Senin, 12 Agustus 2024.
"Demi mendapatkan pendidikan yang layak, kami, orang tua calon siswa SMAN 20, akan menggelar aksi di SMAN 20 untuk menuntut kejelasan status pendidikan anak-anak kami," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, untuk meminta keterangan terkait permasalahan PPDB yang terjadi di SMAN 20 Kota Batam.

Komentar Via Facebook :