Pemko Pekanbaru Usulkan Perbaikan Lima Ruas Jalan ke Pemprov Riau, Total Anggaran Capai Rp20 Miliar
Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto saat meninjau jalan rusak di Pekanbaru. (Foto: mcr)
Pekanbaru, Batamnews - Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengajukan usulan perbaikan untuk lima ruas jalan yang mengalami kerusakan parah kepada Pemerintah Provinsi Riau. Inisiatif ini diambil sebagai respons atas keterbatasan anggaran yang dihadapi oleh pemerintah kota dalam mengatasi masalah infrastruktur tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menjelaskan bahwa lima ruas jalan yang diusulkan untuk perbaikan adalah Jalan Melur, Paus, Merak, Samarinda/Lembaga Pemasyarakatan, dan Pepaya.
"Lima jalan ini berstatus jalan Kota Pekanbaru dan memerlukan perhatian serius karena kondisinya yang telah rusak parah," ungkap Edward pada hari Ahad, 28 Juli 2024.
Menurut Edward, total biaya yang diperkirakan untuk memperbaiki kelima jalan tersebut mencapai Rp20 miliar. Usulan yang diajukan oleh Pemko Pekanbaru bukan hanya untuk tambal sulam, melainkan untuk overlay jalan, yang berarti melapis ulang permukaan jalan untuk mengembalikan kondisinya.
Rincian anggaran untuk masing-masing jalan adalah sebagai berikut:
- Jalan Melur: Panjang 640 meter dengan lebar 6,75 meter hingga 8 meter, membutuhkan biaya sekitar Rp4,2 miliar.
- Jalan Paus: Panjang 400 meter dengan lebar 7 meter, diperkirakan memerlukan biaya sekitar Rp2 miliar.
- Jalan Merak: Panjang 774 meter dengan lebar 5 meter, memerlukan biaya sekitar Rp2,7 miliar.
- Jalan Samarinda/Lapas: Panjang 1,4 kilometer dengan lebar 6,75 meter, membutuhkan biaya sekitar Rp6,7 miliar.
- Jalan Pepaya: Panjang 1,5 kilometer dengan lebar 10 meter, membutuhkan biaya sekitar Rp4,3 miliar.
Dengan situasi keuangan yang terbatas, Pemko Pekanbaru berharap Pemprov Riau dapat merespons cepat usulan ini dan memulai pekerjaan perbaikan dalam tahun ini juga.
"Mengingat kondisi jalan yang sudah sangat parah, perbaikan ini sangat mendesak untuk dilakukan agar tidak memperburuk kondisi transportasi dan mobilitas di kota," pungkas Edward.

Komentar Via Facebook :