Operasi SAR Temukan Jasad Penjaga Mercusuar yang Hilang di Perairan Terkulai Tanjungpinang
Jasad penjaga mercusuar yang hilang saat melaut berhasil ditemukan. (Foto: istimewa)
Tanjungpinang, Batamnews - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk korban kecelakaan Man Over Board (MOB) di Perairan Terkulai, Tanjungpinang, akhirnya menemui titik terang. Yanto (31), seorang PPNPN Penjaga Mercusuar Terkulai Tanjungpinang yang dilaporkan hilang sejak Rabu malam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis sore.
Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban mengambang di koordinat 00° 58.270' N 104° 22.901' E, sekitar 2,9 mil laut dari lokasi kejadian awal. Penemuan ini terjadi pada pukul 14.30 WIB, kurang dari 24 jam setelah korban dilaporkan hilang. Jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUP Tanjungpinang oleh pihak keluarga untuk proses lebih lanjut.
Kronologi kejadian bermula pada Rabu, 24 Juli 2024, pukul 19.00 WIB, ketika Yanto meminta izin untuk pergi menjaring ikan menggunakan kapal kayu (pompong) di Perairan Terkulai. Namun, hingga Kamis pagi, korban tidak kunjung kembali. Kapal pompong milik korban ditemukan dalam keadaan kosong pada Kamis pagi pukul 07.30 WIB, memicu dimulainya operasi pencarian.
Baca juga: Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Perairan Pulau Los, Perbatasan Tanjungpinang-Bintan
Merespons situasi ini, Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang segera mengerahkan 5 personel dengan menggunakan Rescue Car Type 2 dan RBB menuju lokasi kejadian pada pukul 10.45 WIB.
Operasi SAR melibatkan berbagai pihak, termasuk:
- Kantor SAR Tanjungpinang dengan RBB (5 personel)
- KSOP Tanjungpinang dengan KP 112 (5 personel)
- KPLP Tanjung Uban dengan KN Sarotama (25 personel)
- Polair Tanjungpinang dengan Speed Boat (7 personel)
- Masyarakat setempat
Dengan ditemukannya jasad korban, operasi SAR secara resmi ditutup. Seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat telah dikembalikan ke pangkalan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas partisipasi mereka dalam operasi pencarian ini.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas melaut, terutama bagi nelayan dan pekerja di sektor maritim. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi lebih lanjut untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Komentar Via Facebook :