Waspada Banjir Rob di Wilayah Pesisir Karimun, BMKG Imbau Masyarakat Siaga
Banjir rob terjadi di Pamak Laut, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun akhir tahun 2021 lalu.
Karimun, Batamnews - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Kepulauan Riau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir rob yang diprediksi terjadi dari tanggal 20 hingga 28 Juni 2024.
Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari, terutama di wilayah pesisir.
Menurut Yola, Forecaster BMKG Karimun, fenomena banjir rob yang akan terjadi ini dipengaruhi oleh fase bulan purnama yang jatuh pada tanggal 22 Juni 2024, yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Banjir Rob Ancam Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan
Untuk di wilayah Kabupaten Karimun, wilayah yang rawan akan berpotensi dilanda banjir rob adalah pesisir Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral dan sekitarnya.
"Hal tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum," kata Yola.
Fenomena banjir rob yang biasanya melanda, akan memberikan dampak terhadap kegiatan transportasi, dan aktivitas masyarakat pesisir.
Baca juga: Banjir Rob, Kampung Tangelam Batu Tiga Setengah Tanjungpinang Terendam Akibat Pasang Air Laut
"Hal ini dapat berdampak pada kegiatan transportasi di sekitar pelabuhan, bongkar muat dan aktivitas masyarakat di pesisir," ucapnya.
Diprediksi, waktu terjadinya banjir rob bisa pada siang hingga malam hari, atau saat air laut pasang. Karena pada dasarnya, banjir rob terjadi karena kenaikan tinggi permukaan air laut, yang disebabkan oleh pasang surut air laut akibat gaya gravitasi bulan.
Selain Karimun, potensi banjir rob juga dapat terjadi di Kota Batam, yaitu pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa dan sekitarnya. Kemudian Kabupaten Lingga, di pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang dan sekitarnya.

Komentar Via Facebook :