Kabupaten Karimun Hadapi Tantangan Keuangan, PAD Tidak Tercapai dan Kurangnya Transferan ke Daerah

Kabupaten Karimun Hadapi Tantangan Keuangan, PAD Tidak Tercapai dan Kurangnya Transferan ke Daerah

Bupati Karimun, Aunur Rafiq. (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun, Batamnews - Bupati Karimun, Aunur Rafiq, mengungkapkan kesulitan keuangan yang dihadapi pemerintah daerah menyusul tidak tercapainya target Pemasukan Asli Daerah (PAD) yang berdampak langsung pada pengelolaan keuangan daerah, termasuk dalam pembayaran belanja pegawai dan pembangunan infrastruktur. Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna di DPRD Karimun, Rabu, 12 Juni 2024.

Menurut Bupati Rafiq, salah satu penyebab utama dari tidak tercapainya target PAD adalah karena ketidakaktifan beberapa perusahaan tambang granit di daerah tersebut. 

"Ada tiga perusahaan yang habis izinnya, dan ini mempengaruhi PAD kita. Ini termasuk memberikan kontribusi bagi PAD kita yang nilainya cukup besar," kata Bupati Rafiq.

Baca juga: Menteri ESDM Lirik PT Saipem Karimun untuk Pembuatan Konstruksi Pengeboran Minyak dan Gas Nasional

Selanjutnya, disebutkan juga bahwa faktor lainnya yang mempengaruhi keuangan daerah, ialah karena transferan dari pusat dan daerah (provinsi) yang tidak keseluruhan diberikan pada Pemkab Karimun. Salah satunya transfer dana bagi hasil dari provinsi Kepri pada triwulan ke empat, yang diketahui bahwa dibayarkan tahun berikutnya.

Kemudian, dana transfer yang sesuai dengan PMK, juga tidak dapat terkucurkan seluruhnya. Yang mana, masih ada yang akan dibayarkan di tahun 2024 ini dari Kementerian Keuangan.

"Sehingga kondisi ini tidak mempengaruhi belanja pegawai saja, tapi mempengaruhi keseluruhan seperti belanja rutin dan belanja pembangunan," ucap Bupati.

Namun, Bupati menyebutkan bahwa hingga akhir tahun 2024, untuk belanja pegawai akan diusahakan dapat terpenuhi, dengan belanja pembangunan yang akan ditinjau kembali.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews