Upaya Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Kepri: Pemprov Gelar Pertemuan Lintas Sektoral

Upaya Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Kepri: Pemprov Gelar Pertemuan Lintas Sektoral

Pertemuan Koordinasi Lintas Sektoral dan Lintas Program untuk percepatan penanggulangan tuberkulosis di Kepri.

Tanjungpinang, Batamnews – Dalam upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis di Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kesehatan menginisiasi Pertemuan Koordinasi Lintas Sektoral dan Lintas Program yang dilaksanakan di Aston Hotel Tanjungpinang pada Selasa, 11 Juni 2024.

Pertemuan ini tidak hanya membahas perkembangan dan situasi terkini tuberkulosis, tetapi juga dimaksudkan untuk mengimplementasikan Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021 tentang Tuberkulosis dan Surat Keputusan Gubernur No. 897 Tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Provinsi Kepulauan Riau.

Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Barenlitbang Kepri, Nur Aisyah Fatmasari. Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan lintas sektoral mulai dari instansi vertikal hingga OPD terkait di lingkungan Pemprov Kepri.

Baca juga: Aturan Baru Tata Kelola Lobster: Informasi Penting yang Wajib Diketahui oleh Pengusaha dan Nelayan

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M. Bisri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa diperkirakan ada 1 miliar kematian akibat TB secara global dalam 200 tahun terakhir. Pada tahun 2022, diestimasikan ada 10,6 juta orang sakit TB dan 1,3 juta orang meninggal karena TB.

"Di tingkat global, India menyumbang kasus TB sebesar 26,6%, Indonesia 10%, dan Cina 7,1%. Indonesia merupakan negara dengan estimasi kasus dan kematian tertinggi ke-2 di dunia tahun 2022," paparnya.

Ia juga memaparkan strategi penanggulangan tuberkulosis di Indonesia yang meliputi pencegahan, penemuan kasus, terapeutik, dan promosi kesehatan.

Sementara itu, Nur Aisyah dalam paparannya menyampaikan bahwa angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis (success rate) di tahun 2023 mencapai 91 persen, sedikit di bawah target yakni 92 persen.

Baca juga: Upaya Menekan Kekerasan Anak di Bintan: Pemkab Gelar Case Conference untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Anak

Ia juga menjelaskan kendala dalam penanggulangan urusan ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) di Kepri, di antaranya adalah kebutuhan penyesuaian Pokja kelembagaan dalam Peraturan Gubernur No. 897 Tahun 2022 dengan Peraturan Gubernur No. 12 Tahun 2023 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Perangkat Daerah.

"Kemudian, peran sektor lainnya dalam penanggulangan ATM belum optimal, serta masih dibutuhkan penguatan dalam perencanaan ke depan," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait

close

Aplikasi Android Batamnews