Merantau Jauh dari Kalimantan, Pak Seno Raup Cuan dari Jualan Keripik di Batam

Merantau Jauh dari Kalimantan, Pak Seno Raup Cuan dari Jualan Keripik di Batam

Pak Seno, pedagang keripik di Batam. (Foto: Juwita/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial, tepatnya di platform TikTok, di tengah riuhnya Kota Batam, terdapat berbagai hal yang ikonik dan unik. Salah satunya adalah penjual keripik pisang bernama Pak Seno.

Pak Seno yang berasal dari Kalimantan, telah merantau ke Batam sejak tahun 2007. Tak terasa, 15 tahun sudah Pak Seno berada di perantauan. Selama 15 tahun ini, berbagai macam profesi telah ia jalani, mulai dari bekerja di PT, proyek, bekerja di Malaysia, berjualan buah, hingga yang terakhir berjualan keripik pisang.

Ia terinspirasi menjual keripik karena pada saat ia berjualan buah, pisang merupakan buah yang cukup rumit karena terkadang pisang yang ia dapatkan mengkal, kadang terlalu masak sehingga cepat busuk. 

Baca juga: Waffle Belgia Memikat Lidah Penggemar Makanan Manis di Batam

Oleh karena itu, ia memutar otak bagaimana cara mengakalinya. Salah satu caranya adalah dengan membuat keripik pisang. Resep keripik pisang ini pun ia dapatkan saat ia merantau ikut orang sehingga ia terinspirasi berjualan keripik pisang.

Tak hanya menjual keripik pisang, bapak setengah baya ini juga menjual keripik singkong dan beberapa keripik titipan dari orang lain. Keripik pisang dan singkong sendiri dibanderol dengan harga Rp 90.000 per kilogram.

Tak terasa, bagi Pak Seno, sudah 3 tahun ia berjualan. Suka duka dalam berjualan ini pun telah banyak ia rasakan. Dimulai dari harga sembako yang tak stabil membuat ia mau tak mau menaikkan harga keripiknya yang awalnya Rp 80.000 per kilogram menjadi Rp 90.000 per kilogram.

Suka yang ia rasakan adalah ketika Pak Seno yang suka pada musik DJ dan hobi berjoget, menyalurkan hobi tersebut ketika ia sedang berjualan atau sedang menggoreng keripik. Hal ini sangat disambut baik oleh masyarakat, terutama pengguna jalan daerah Cikitsu.

Baca juga: Inovasi Onde-Onde Mini, Jajanan Tradisional dengan Sentuhan Modern yang Praktis

Masyarakat sendiri menganggap adanya Pak Seno dengan musik DJ dan joget ala Pak Seno menjadi hiburan di tengah macetnya jalan Cikitsu ini.

Meskipun tak semua masyarakat menyukainya, tetapi Pak Seno cukup senang dengan adanya masyarakat yang menyukainya. Namun, bagi Pak Seno, permasalahan yang cukup serius adalah adanya isu pelebaran jalan di daerah Cikitsu tersebut. 

Ini membuat kedai keripik jualannya sempat buka tutup. Keadaan yang terus berlanjut ini tak heran membuat omset pendapatannya menurun. Omset yang biasanya ia dapatkan sebesar Rp 2 juta per hari menjadi Rp 1juta per hari.

"Saya berharap kepada pemerintah agar memperhatikan kami para pedagang kecil ini, agar kami bisa mendapatkan tempat relokasi berdagang jika memang akan ada pelebaran jalan," ucap Pak Seno kepada Batam News beberapa waktu lalu.

Penulis: Juwita Lasmaria Sinaga 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :