Kisah Penjual Bakso Bakar di Depan SMP 30 Batam, Merantau dari Padang Mencari Rezeki
Lapak Bakso Bakar Bang Yopi. (Foto: Juwita/Batamnews)
Batam, Batamnews - Terik matahari di Bangkong, Batam, tidak menyurutkan semangat Bang Yopi, seorang penjual bakso bakar yang berjuang mencari nafkah di depan SMP 30. Berasal dari Padang, Bang Yopi memulai hidup barunya di Batam dengan bekerja di sebuah toko grosir sebelum memutuskan untuk berwirausaha karena rasa bosan dan kelelahan.
Kini, sudah tujuh tahun sejak Bang Yopi memilih berdagang bakso bakar, sosis, dan tahu dengan harga terjangkau, seribu rupiah per satuan, di depan gerbang sekolah.
Setiap hari, Bang Yopi menghadapi berbagai tantangan, terutama saat anak-anak sekolah berlibur. "Kalau sepi, saya harus keliling agar dagangan saya habis," ungkapnya.
Baca juga: Kelapa Muda Tanjung Batu, Primadona Segar yang Disukai Banyak Orang di Batam
Meski penuh tantangan, kegembiraan juga sering hadir, terutama ketika banyak anak-anak yang membeli baksonya. Bagi Bang Yopi, kepuasan terbesar adalah melihat pelanggan ciliknya senang dan bisa makan enak dengan harga murah.
Dari usahanya itu, Bang Yopi berhasil mendapatkan omset kira-kira 600 ribu rupiah per hari. Keberhasilan ini bukan hanya membawa keuntungan finansial tetapi juga memberikan kepuasan pribadi karena dapat mengatur waktu kerja secara lebih fleksibel.
Bang Yopi memiliki impian untuk terus berkembang. Ia berharap bisa membuka cabang gerobak baru, mendapatkan lebih banyak rezeki dan teman dalam bekerja.
Penulis: Juwita Lasmaria Sinaga

Komentar Via Facebook :