Kepala BMKG: Musim Kemarau Berpotensi Basah Jika Anomali Iklim La Nina Terjadi
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.
Tanjungpinang, Batamnews - Dalam sebuah pernyataan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Kamis, 23 Mei 2024, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa musim kemarau yang akan datang berpotensi menjadi lebih basah jika anomali iklim La Nina resmi terjadi.
Dwikorita mengungkapkan, "Kita belum menyimpulkan seperti itu (akan terjadi La Nina). Ada kecenderungan La Nina meskipun lemah akan terjadi. Tapi itu bisa meleset karena datanya masih kurang, tapi ada tren ke sana. Jadi kalau seandainya iya, berarti menjadi basah."
Dalam menghadapi potensi perubahan cuaca tersebut, Dwikorita menyarankan beberapa langkah yang perlu diambil.
Baca juga: Andri Rizal Siregar Gantikan Hasan sebagai Pj Wali Kota Tanjungpinang
Salah satunya adalah memberikan informasi lebih lanjut kepada para petani agar mereka dapat menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim yang mungkin berubah.
Selain itu, Dwikorita juga menekankan pentingnya persiapan infrastruktur, seperti saluran air dan sistem drainase, agar dapat mengantisipasi banjir akibat hujan berlebihan.
Lebih lanjut, Dwikorita menyebutkan bahwa El Nino, yang merupakan kondisi pemanasan suhu Samudra Pasifik bagian timur, menyebabkan suhu permukaan laut Indonesia di Samudra Pasifik bagian barat menjadi lebih dingin.
El Nino ditandai dengan udara kering dan penurunan curah hujan. Sementara La Nina, yang merupakan kebalikan dari El Nino, akan meningkatkan drastis curah hujan dan membuat iklim menjadi lebih basah.
Baca juga: Beasiswa PT PLN (Persero) Melalui ITPLN untuk Lulusan SMA/SMK Sederajat, Cek Disini!
Keterangan dari Kepala BMKG ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan persiapan dalam menghadapi potensi perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pertanian dan infrastruktur.

Komentar Via Facebook :