Pemeran Kasus Video Syur Viral di Jambi Lapor Polisi, Handphone di Servis dan Pasangan Suami Istri

Pemeran Kasus Video Syur Viral di Jambi Lapor Polisi, Handphone di Servis dan Pasangan Suami Istri

Pelapor saat didampingi kuasa hukumnya, melapor ke Polda Jambi atas penyeraban video syur tersebut. (Foto: Ist)

Jambi, Batamnews - Sosok KN yang disebut sebagai mantan Presma UNJA, yang terlibat dalam video syur yang baru-baru ini viral, telah mengajukan laporan pengaduan ke Polda Jambi. 

Didampingi oleh tim kuasa hukumnya, KN tampak tegar meski enggan memberikan komentar kepada media. Kuasa hukum KN, Abdurahman Sayuti, menyatakan bahwa pengaduan ini diajukan untuk menegaskan bahwa kliennya adalah korban dalam kasus video viral tersebut.

Dilansir dari salah satu media lokal Jambilink, Abdurahman Sayuti mengungkapkan bahwa video syur yang menampilkan KN bersama seorang wanita berinisial MAA diduga telah diakses secara ilegal. 

Kejadian ini bermula ketika handphone milik KN diservis di sebuah tempat servis di daerah Nusa Indah, Kota Jambi. 

Baca juga: Link Video 'Enak Yank' Diduga Mantan Presma UNJA Tersebar: Ada Banyak Adegan, Polisi Patroli Cyber!

“Pada saat servis itu mereka meminta kata sandi, dengan alasan untuk mempermudah dalam proses servis. Diduga pada waktu itu video itu diambil dan akhirnya menyebar,” ujar Abdurahman Sayuti.

Handphone milik mantan Presma Unja tersebut pertama kali diservis pada 20 April 2024 dan sempat dibawa pulang oleh KN. Namun, tak lama kemudian, handphone itu kembali mengalami masalah dan diservis lagi pada 2 Mei. 

Dalam rentang waktu 2 hingga 4 Mei, video tersebut mulai viral. Berdasarkan klaim kuasa hukum, pada 4 Mei, handphone KN masih berada di tempat servis ketika video tersebut menyebar. KN mengetahui penyebaran video tersebut dari seorang saksi berinisial S.

Kuasa hukum KN juga mengklarifikasi bahwa KN dan MAA adalah pasangan suami istri yang sah. 

“Korban KN dan MAA itu adalah suami istri. Videonya itu adalah video wajar kalau suami istri. Yang tidak wajar itu yang menyebarkan,” tegas Abdurahman Sayuti. Pasangan tersebut menikah pada Januari 2023 dan video syur itu dibuat pada Agustus 2023 dan Januari 2024.

Abdurahman Sayuti menambahkan bahwa sejumlah barang bukti telah diserahkan kepada penyidik sebagai pelengkap laporan. 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengejar siapa saja yang menyebarkan video tersebut untuk mendapatkan keuntungan atau merugikan kliennya. 

Baca juga: Link Video Siskaeee di Sejumlah Akun Twitter Diblokir

“Kami akan arahkan ke situ juga. Kondisi ini sebenarnya sama-sama tidak kita inginkan,” lanjutnya.

Sementara itu, KN enggan memberikan komentar mengenai insiden ini. Kuasa hukumnya memastikan bahwa tidak ada motif lain dalam pembuatan video selain untuk konsumsi pribadi. 

“Yang jelas video itu karena itu adalah aktivitas pribadi maka itu untuk konsumsi pribadi,” pungkas Abdurahman Sayuti.

Kasus ini sedang dalam penyelidikan Polda Jambi, dan pihak kuasa hukum KN berharap agar pelaku penyebaran video tersebut segera terungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews