Jejak Sejarah Masjid Baiturrahman, Landmark Aceh yang Tak Tergoyahkan

Jejak Sejarah Masjid Baiturrahman, Landmark Aceh yang Tak Tergoyahkan

Masjid Raya Baiturrahman Aceh (Foto: Liputan6.com/Rino Abonita)

Rhuuzi Wiranata

Aceh, Batamnews - Agama Islam diperkirakan pertama kalinya memasuki wilayah Indonesia pada abad ke-7. Adapun sumber lainnya meyakini, penyebaran Islam di Indonesia mulai abad ke-13.

Sepertinya halnya Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang menjalankan Hukum Syariat Islam secara khusus di daerahnya.

Aceh terkenal dengan ketaatan dan kehidupan beragamanya yang lengkap. Provinsi ini bukan hanya terkait dengan bidang keagamaan, tetapi juga aspek-aspek kehidupan lainnya.

Salah satu contohnya adalah adanya program Kota Madani di ibukotanya, Banda Aceh. Program ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kota yang beradab dan menjunjung tinggi etika serta ketaqwaan.

Baca juga: Berwisata Religi ke Tanjungpinang, Jangan Lupa Mampir ke Masjid Al Hikmah di Tengah Kota Tua 

Selain ketaatan dalam menegakkan hukum agama, sejarah berdirinya masjid-masjid di Aceh juga menjadi bukti perkembangan Islam di wilayah nusantara.

Melansir berbagai sumber, beberapa masjid di Aceh memiliki usia ratusan tahun, karena telah didirikan sejak awal masuknya Islam ke Indonesia. Salah satunya adalah Masjid Baiturrahman, yang diakui sebagai salah satu masjid tertua di Negeri Serambi Mekkah ini.

Masjid Baiturrahman, juga dikenal sebagai Masjid Raya Baiturrahman atau Masjid Kesultanan Aceh, adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia.

Masjid ini dibangun pada tahun 1879 dan telah menjadi simbol agama, budaya, semangat, kekuatan, perjuangan, dan nasionalisme rakyat Aceh. Bahkan, masjid ini telah menjadi landmark Kota Banda Aceh sejak era Kesultanan Aceh dan berhasil bertahan dari bencana gempa dan tsunami dahsyat pada 26 Desember 2004.

Baca juga: Masjid Seribu Tiang, Simbol Religi dan Sejarah di Jantung Kota Jambi

Awalnya, masjid ini dibangun pada tahun 1612 pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa masjid asli ini didirikan lebih awal, yaitu pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah.

Pada saat itu, masjid ini memiliki status sebagai masjid kerajaan dengan atap jerami berlapis-lapis yang menjadi ciri khas arsitektur Aceh.

Awalnya, Masjid Baiturrahman hanya memiliki satu kubah dan satu menara. Namun, pada tahun 1935, 1958, dan 1982, kubah-kubah dan menara tambahan mulai ditambahkan. Hingga saat ini, masjid ini memiliki 7 kubah dan 8 menara, termasuk menara tertinggi di Banda Aceh.

Masjid Baiturrahman juga menjadi saksi peristiwa gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004. Meskipun bencana tersebut menghancurkan sebagian besar Kota Banda Aceh, masjid ini masih ini masih kokoh berdiri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :