Jepang Pamer Internet Berkecepatan 2 Juta Mbps
Ilustrasi. (Foto: via detikcom)
Tokyo - Sebuah perusahaan teknologi dari Jepang bernama NTT memamerkan chip prototipe yang bisa mendorong kecepatan internet hingga 2 terabit per detik atau 2 juta mbps.
NTT mengklaim chip tersebut bisa meningkatkan kecepatan komunikasi di infrastruktur internet skala besar seperti data center dan kabel optik bawah laut.
Dilansir CNBC Indonesia, CEO NTT Research Kazuhiro Gomi menyatakan chip mungil buatan NTT berfungsi mendongkrak kekuatan sinyal elektrik 100 GHz. Namun, aplikasi chip ini masih membutuhkan beberapa tahun ke depan.
Baca: 10 Cara Meningkatkan Privasi Internet Anda
Dia menjelaskan amplifikasi sinyal listrik adalah kunci utama dalam teknologi komunikasi. Alasannya, sinyal yang lemah membuat data sulit terbaca oleh terminal penerima.
Makin tinggi frekuensi yang digunakan untuk mengantarkan data komunikasi, sinyal tersebut makin sulit diamplifikasi karena membutuhkan waktu respons yang lebih cepat. NTT berhasil memperkuat sinyal 100 GHz di lab mereka.
Perangkat berukuran mini adalah kunci lain dalam membangun peralatan komunikasi yang tepat guna. "Keberhasilan itu kemudian kami implementasi ke dalam produk yang sangat kecil. Sederhananya, sebesar ujung jari Anda," kata Gomi seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (24/2/2022).
Gomi mengatakan bahwa chip protitpe diproduksi menggunakan material baru yang diberi nama indium fosfida, bukan silikon seperti chip lainnya.
Chip ini, lanjutnya, adalah komponen penting dalam mencapai kecepatan internat 2 Tbps atau 2 juta Mbps. Kecepatan internet serat optik saat ini baru di kisaran 100 Gbps atau 100.000 Mbps.
Baca: Empat Trik Atasi Internet Lemot di Ponsel
Perusahaan penyedia jaringan internet kini sedang dalam transisi meningkatkan kecepatan sambungan kabel optik ke 400 Gbps (400.000 Mbps) dengan ambisi mencapai kecepatan 1,2 Tbps (1,2 juta Mbps).
Gomi memperkirakan kecepatan 2 juta Mbps baru akan ada di dunia nyata dalam 6 hingga 7 tahun ke depan karena chip buatan NTT harus digunakan di peralatan komunikasi buatan perusahaan lain.

Komentar Via Facebook :