Angka Kemiskinan Tahun 2022
Lebih dari 80 Ribu Warga Batam Masuk Kategori Miskin dan Miskin Ekstrem
Ilustrasi. (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews - Jumlah masyarakat miskin di Kota Batam, Kepulauan Riau, meningkat pada tahun 2022. Sebanyak lebih dari 80 ribu penduduk masuk kategori miskin dan miskin ekstrem.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, penduduk miskin meningkat dari 77.000 menjadi 82.500 jiwa. Ada penambahan lebih dari 5.000 jiwa.
Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto menyebut kategorisasi penduduk ada empat: tidak miskin, hampir miskin, miskin dan miskin ekstrem.
"Angka tersebut dikelompokkan miskin dan miskin ekstrem. Artinya di bawah garis kemiskinan," ujarnya, Kamis (5/1/2023).
Dari total keseluruhan penduduk miskin itu, mayoritas didominasi masyarakat dengan kategori miskin sekitar 80 persen dan sisanya miskin ekstrem.
Baca: Indonesia Masuk Daftar 100 Negara Paling Miskin di Dunia
Namun, BPS Batam menjelaskan bahwa hasil itu didapat dari pendataan yang dilakukan pada Maret 2022 silam. Dimana efek pandemi masih belum berakhir.
Dijelaskan Rahmad, pemicu peningkatan angka kemiskinan itu tentunya karena tekanan ekonomi yang semakin berat. Ditambah lagi harga bahan pokok yang naik. Ini direpresentasikan dengan peningkatan garis kemiskinan.
"Garis kemiskinan naik, sedangkan pendapatan atau pengeluaran penduduk tidak mengalami kenaikan," kata dia.
Baca: Data BPS: Orang Miskin di Kota Naik, di Desa Malah Turun
Dari data tahun 2021, garis kemiskinan penduduk di Batam berada di angka 740.000. Lalu 2020 sebanyak 784.000. Artinya ada penambahan per kapita per orang sebesar 43.000 garis kemiskinan.
"Pada saat masyarakat menengah ke bawah secara pendapatan tidak mengalami perubahan tetapi kebutuhan hidup pokok mengalami peningkatan maka dari itu angka kemiskinan akan semakin naik," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :