Kisah Inspiratif Hari Guru Nasional 2022

Rezeki Guru dan Matematika Allah

Rezeki Guru dan Matematika Allah

Erni Sukmawati

MUHAMMAD Iqbal dan Erni Sukmawati sukses menjadi finalis Guru SD Inspiratif tingkat Nasional. Dua guru SDIT Al-Muhajirin Dotamana, Batam Center ini berhasil masuk nominasi 20 besar mewakili Provinsi Kepri.

Setelah mengikuti serangkaian seleksi dan dinyatakan lolos sebagai finalis perwakilan Kepri, selanjutnya mereka akan mengikuti tahap presentasi dan wawancara di Jakarta dalam rangkaian acara puncak Apresiasi Kepala Sekolah dan Guru serta Tenaga Kependidikan Inspiratif Tahun 2022 bersamaan dengan upacara Hari Guru Nasional, pada 20-27 November mendatang.

"Alhamdulillah, bersyukur diberi kesempatan dan rezeki oleh Allah. Masuk lagi sebagai finalis Kepala Sekolah Inspiratif Nasional, Pak Iqbal juga masuk untuk kategori guru Inspiratif," kata Erni saat berbincang dengan Batamnews tempo lalu.

Baca juga: Bupati Rafiq Janji Tunjangan Guru di Karimun Naik Hingga 50 Persen

Wujudnya itu merupakan apresiasi kepada tenaga kependidikkan. Sebelum masuk sebagai salah satu finalis, para peserta diwajibkan untuk mengirimkan video best practice sesuai tema yang diusung yaitu pembelajaran berdiferensiasi. 

"Tema tahun ini adalah pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan salah satu program di kurikulum merdeka. Beberapa sekolah penggerak seperti kami di kelas 1 dan 4 sudah wajib melakukan pembelajaran berdiferensiasi," ujar dia.

Pembelajaran berdiferensiasi ialah pembelajaran yang berpusat ke anak, jadi guru hanya sebagai fasilitator saja. Menyiapkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, gaya belajar dan karakteristik anak.

Baca juga: Mengenal Erni Sukmawati, Pendidik Asal Kepri Nominator Guru Inspiratif Nasional 

"Ini harus diakomodir, karena guru yang menyesuaikan itu ke anak. Saya sebagai kepala sekolah itu tentang manajerial, bagaimana pembelajaran berdiferensiasi itu terlaksana dengan baik," kata wanita berusia 48 tahun tersebut. 

Terlepas dari itu, tak sedikit guru yang minim perhatian, terutama dari pemerintah. Kesejahteraan pastinya sangatlah penting. 

Meski begitu, Erni selalu menekankan ke tiap gurunya untuk meluruskan niat menjadikan sekolah sebagai tempat untuk beribadah dan mencari berkah. 

 

"Saya selalu menekankan ke guru-guru jika niatnya untuk mencari uang bukan di sini tempatnya. Niatkan di sini untuk beribadah dan tempat mencari berkah," katanya.

Terbukti, Erni mengaku selama menjadi seorang tenaga pendidik, kehidupannya selalu berkecukupan. Tidak ada kekurangan. 

Ditambah lagi, kata dia, perhatian Pemko Batam terhadap guru yang luar biasa. Di mana setiap guru yang sudah mendidik di atas 2-5 tahun mendapat insentif, baik di sekolah negeri maupun swasta.

"Matematika Allah dengan matematika manusia berbeda. Hitungan kita gaji tak seberapa, tapi semua cukup. Ada aja rezekinya," ujar Erni.

Muhammad Iqbal turut merasakan suka cita. Ia pertama kali mengikuti itu dan perdana masuk sebagai finalis.

Iqbal menjadi guru di SDIT Al-Muhajirin Dotamana sejak 2015 sampai sekarang ini. Sebelumnya ia guru disalah satu sekolah di Kota Pekanbaru, Riau.

"Pembelajaran berdiferensiasi ini bagaimana kita mampu mengakomodir kebutuhan anak," ujar pria berusia 31 tahun itu.

Iqbal bercerita, sepanjang karirnya sebagai guru, dia sama sekali tak pernah menyerah menghadapi beragam tingkah anak. Ya, paham-paham aja, lah, tingkah anak SD itu gimana.

Dia nampaknya paham dan memaklumi itu. Iqbal pun bahkan memposisisikan dirinya sebagai guru yang menyesuaikan diri terhadap tingkah dan gaya belajar anak.

"Kalau sampai menyerah, tidak. Cuma, ya, paling sampai ke tahap mencari solusi bagaimana kita menciptakan pembelajaran baru dan berinovasi," kata dia.

Karakter Iqbal hampir sama seperti petani. Sama-sama setia pada kehidupan. Bedanya, petani merasakan teriknya panas matahari sampai ke ubun-ubun tapi Iqbal yang notabene sebagai guru merasakan tingkah laku anak yang plus-minus, membuat tawa bahkan sampai geram. Akan tetapi ia tetap sabar.

"Aktifnya anak itu pada bermain. Kita, guru itu harus paham dan menyesuaikan tingkah anak. Kita tak bisa ikut kehendak, kita harus ikut pola atau gaya setiap anak," pungkasnya. 

Flashback sebentar, tepat setahun yang lalu, Batamnews sudah pernah menulis sosok Erni Sukmawati, yang merupakan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Muhajirin Dotamana, Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Erni merupakan salah satu kepala sekolah dengan segudang prestasi. Yang diraihnya tak cuma sebatas tingkat provinsi atau bahkan kabupaten/kota, nama Erni bahkan kian harum di kancah nasional.

Tahun ini, Erni kembali masuk sebagai finalis Kepala Sekolah Dasar Inspiratif tingkat Nasional 2022 oleh Kemendikbud Ristek. Merupakan kali kedua ia masuk nominasi setelah sebelumnya juga mendapat capaian yang sama di tahun lalu.
 

(jun)
Komentar Via Facebook :