Mengenal Erni Sukmawati, Pendidik Asal Kepri Nominator Guru Inspiratif Nasional

Mengenal Erni Sukmawati, Pendidik Asal Kepri Nominator Guru Inspiratif Nasional

Erni Sukmawati, Kepala SDIT Al-Muhajirin Dotamana yang masuk nominasi Guru Inspiratif Nasional 2021. (Foto: ist/batamnews)

GURU, pahlawan tanpa tanda jasa. Pendidik yang tak kenal lelah dan pamrih dalam mencerdaskan anak bangsa.

Seperti sosok Erni Sukmawati SPdi, MM, warga Perumahan Batara Raya, Batam Centre yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia pendidikan Kepulauan Riau (Kepri). 

Ia merasakan pahit manis mendidik anak di usia dini. Namun semuanya tak membuat dia menyerah dan putus asa dalam mengajar.

Erni memang tak setenar gubernur atau wali kota--saban hari nama dan parasnya terpampang di surat kabar atau portal berita online. 

Dia juga tak terkenal layaknya artis atau selebgram, yang kerap update status, posting foto dan pamer keseharian di story Instagram.

Paling banter Erni hanya diketahui oleh segelintir orang. Semisal wali murid hingga rekan sejawat.

Circa 1999 silam, ia memulai karirnya sebagai tenaga pendidik dan masih berstatus honorer. Dia mulai mengajar untuk bidang studi Bahasa Inggris di SD 01 Kampung Panau selama setahun.

"Setelah itu, saya berhenti karena melahirkan dan fokus membesarkan anak," kata Erni, Kamis (25/11/2021).

Masuk di 2007, ia mendapat tawaran guru TK di Yayasan Al-Muhajirin Dotamana, Batam. Tawaran tersebut tentu tak ia lewatkan. Jiwanya sebagai seorang guru tertantang ketika diminta mengajari sejumlah anak usia dini.

Dari situ, Erni mulai mendapat penghargaan. Di tahun 2012, wanita berusia 47 tahun itu menyabet penghargaan Juara 1 untuk Guru Berprestasi tingkat Provinsi Kepri.

"Penghargaan pertama saya dapat di tahun 2012, itu Juara 1 Guru Berprestasi tingkat provinsi, cuma tidak lolos ke tingkat nasional karena berkaitan dengan masa bakti yang kurang dari 5 tahun," ujarnya.

Setelah itu, di 2015, Erni bergabung di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Muhajirin Dotamana, jabatannya ialah Wakil Kepala Sekolah. Kemudian di 2018, dia menjabat sebagai Kepala Sekolah di SDIT tersebut.

Nominasi Guru Inspiratif Nasional

 

Hingga akhirnya pada tahun 2021 ini, dia kembali menorehkan prestasi. Prestasi yang diraihnya kali ini lebih dari apa yang ia dapatkan sebelumnya. 

Bagaimana tidak, pasalnya ia masuk dalam kategori 20 Guru Inspiratif Tingkat Nasional dengan tema "Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan".

"Ini merupakan apresiasi guru dan tenaga kependidikan tingkat nasional. Ada 100 orang yang lolos. Kategorinya ada Guru SD, Kepala Sekolah SD, Guru SMP, Kepala Sekolah SMP dan Pengawas Sekolah," kata wanita yang sedang menempuh studi doktoral itu.

Erni masuk kategori Kepala Sekolah SD. Ia menjadi satu-satunya perwakilan Kepri yang masuk dalam 20 finalis di kategori tersebut untuk diundang ke Jakarta.

"Ada 1.922 orang (tenaga pendidik) yang mendaftar. 100 finalis yang lolos di 5 kategori tersebut," ujar Erni.

Erni telah banyak menelan asam garam sebagai guru. Apa yang diraihnya saat ini tentu telah melewati jalan yang sangat panjang dan tak semudah membalikkan telapak tangan.

Berhadapan dengan anak-anak jadi gairah tersendiri baginya. Walau hanya menyapa lewat balik pintu kelas, atau melihat tingkah murid dari kejauhan membuat suasana hati lebih ceria.

"Yang paling berkesan itu saat berhadapan dengan anak-anak, saya seperti selalu menemukan mood booster di situ. Saya juga selalu menyempatkan ngobrol sama anak-anak walaupun hanya menyapa say hello," ujar dia.

Berhubungan dengan pengalamannya di Sekolah Al-Muhajirin Dotamana, banyak kesan menarik yang dialami. Seperti saat hujan tiba, para guru saling berjibaku membentangkan banner sebagai tempat berteduh murid.

"Sebelum pandemi itu, kami (Al-Muhajirin) nggak punya koridor. Jadi setiap pagi setiap anak selesai salat Dhuha, kami beberapa guru 'ojek banner'. Jadi banner yang gede itu kami bentangkan, kami pegang. Terus anak-anak itu di bawahnya sambil jalan menghindari hujan. Itu yang benar-benar saya merasa terkesan sekali," kata Erni.

Momen itu merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa yang ia rasakan dan membuatnya tak ingin beralih dari profesi sebagai seorang pendidik di Kepri.

Untuk itu, dia selalu menekankan kepada guru-guru untuk berusaha maksimal memberikan yang terbaik. Memberikan perhatian sampai ilmu selaku orang tua kedua bagi murid-murid.

Lewat pengalamannya, ia berharap ada Erni Sukmawati yang lain untuk dunia pendidikan di Kepri. Menuai banyak prestasi dan menjadi pendidik sejati. 

(jun)

Berita Terkait