Diikuti Ratusan Loyalis, 'Sihir' Apa yang Digunakan Saparudin Muda?

Diikuti Ratusan Loyalis,

Saparudin Muda. (foto: ist)

Batam, Batamnews - Nama Saparuddin Muda tengah jadi buah bibir. Apalagi usai sang istri, Asnah ikut mundur dari kursi Ketua DPD Partai Demokrat Kepri yang baru 3 bulan menjabat. 

Ia ikut jejak Sapar yang lebih dulu mundur dari partai berlogo bintang kejora itu beberapa bulan sebelumnya. 

Mundur massal Sapar-Asnah beserta para loyalis mereka dari Partai Demokrat jadi perhatian. Mereka kemudian sama-sama berlabuh ke Partai NasDem.

Dikenal sebagai pendiri sekaligus Ketua Persaudaraan Pemuda Tempatan (PERPAT) sejak tahun 2000, Saparuddin Muda juga tak lepas dari label 'Kutu Loncat' partai.

Rekam jejak Saparuddin di dunia politik cukup menarik untuk disimak. Ibarat perahu, banyak partai sudah ia tumpangi. Entah hanya untuk sekedar menumpang atau menggunakannya sebagai armada untuk berlayar ke tujuan.

Kepada Batamnews, Saparudin Muda bercerita terjun ke dunia politik sejak 2006. Partai pertamanya ialah Demokrat. Namun di 2009 ia memilih keluar dan cari partai lain.

"Politik ini dinamis. Partai ini ibarat perusahaan tempat kita bekerja, jadi kalau sudah tidak cocok dan nyaman untuk apa kita masih di sana lagi," kata dia, Kamis (4/8/2022).

Saat disentil mengenai dirinya yang kerap gonta-ganti partai, pun ia akui. Terhitung sampai sejauh ini, ada 5 partai yang pernah ia tempati. Diantaranya, Demokrat, Hanura, Golkar, Gerindra hingga pada akhirnya ke NasDem.

Sebelum ke NasDem, dia sempat kembali lagi ke Partai Demokrat. Ia menjadi Dewan Penasehat Demokrat Kepri dan Asnah sebagai Ketua DPD Demokrat Kepri.

Pindah sana-sini. Hal itu pula yang membuat dia dicap sebagai 'Kutu Loncat' partai. Walau demikian, Saparuddin enggan disematkan julukan itu

"Kalau politik ini punya hukum, saya menyebut jika ini (pindah-pindah partai) halal. Apalagi dunia politik di Indonesia ini," ujar dia.

 

Terbaru, ia merapat ke NasDem, membawa istri tercinta, Asnah dan para loyalisnya. 

Lumrah jika ia sukses menggaet keluarga untuk ikut bersamanya di NasDem. Namun di sisi lain, seorang Saparuddin Muda pun mampu membawa puluhan atau bahkan ratusan massa untuk ikut komitmen dengannya.

Sihir apa yang digunakan Saparuddin? Atau mungkinkah dirinya memang berkompeten dikancah politik? 

"Saya suka karya nyata. Itulah yang saya pegang dalam berpolitik sampai saat ini. NasDem juga saya nilai menjadi partai yang sepaham dengan saya," ujar Saparuddin.

Patut dinanti apa gebrakan Saparuddin Cs di NasDem. Kata dia, targetnya menyukseskan partai dan ikut arahan pimpinan. 

(jun)