Karimun Punya 8 Motif Batik Andalan, Siap Dipasarkan

Karimun Punya 8 Motif Batik Andalan, Siap Dipasarkan

Ketua Dekranasda Karimun Raja Asmah saat meresmikan Rumah Batik di kawasan Tebing. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun, Batamnews - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau berharap kerajinan batik lokal dapat semakin familiar di kalangan masyarakat.

Sejauh ini, Karimun memiliki 8 motif batik bertema kearifan lokal yang telah memiliki hak paten dan siap dipasarkan.

"Kalau sekarang ini, batik kita hanya gunakan pada acara tertentu saja. Jadi dari Dekranasda pusat dan Provinsi meminta kepada kami di daerah, harus punya batik disesuaikan dengan kearifan lokal," kata Raja Asmah, Ketua Dekranasda Karimun saat peresmian Rumah Batim di kawasan Tebing, Jumat (24/6/2022).

Delapan motif batik Karimun yang dimaksud antara lain Tampuk Manggis Bunga Melur, Wajik Tersamar, Daun Sukun, Tampuk Manggis Sirih Raja, Ikan Kurau, Jong Seri Gelam, Pokok Sagu Berayun, dan Udang Galah Beriring.

"Makanya ada delapan motif batik yang telah dihak patenkan, yang merupakan kearifan lokal," ujarnya.

Dari delapan motif tersebut, Dekranasda sudah melakukan produksi untuk memenuhi permintaan konsumen.

Namun, untuk sementara batik khas Karimun masih diproduksi di Jawa dengan motif khusus yang telah dihakpatenkan oleh pemerintah setempat.

"Memang itu juga trik supaya harga batik lebih murah, dan Alhamdulillah sudah dipakai di beberapa sekolah, beberapa Dinas, dan dari organisasi. Kemudian hari ini pemerintah Kabupaten Karimun memberikan kami wadah berupa Rumah Batik Karimun. Yang nantinya akan dijadikan sebagai galeri serta rumah produksi batik," ucapnya dengan penuh semangat.

Dia berharap, agar masyarakat sama-sama mendukung, sehingga batik dapat lebih diminati di Kabupaten Karimun.

Dalam hal ini juga dibutuhkan dorongan dari pemerintah daerah, agar menginstruksikan kepada setiap Dinas, organisasi masyarakat dan lainnya dapat mengenakan batik.

(aha)
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait