Imigrasi Sebut WNA Pelaku Skimming di Batam Masuk Indonesia Pakai Visa on Arrival

Imigrasi Sebut WNA Pelaku Skimming di Batam Masuk Indonesia Pakai Visa on Arrival

Tersangka VT, warga Bulgaria pelaku kejahatan perbankan saat tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. (Foto: Reza/batamnews)

Batam, Batamnews - Pria berinisial VT, warga negara asing asal Bulgaria yang menjadi pelaku utama dalam aksi kasus Skiming Bank Riau Kepri di Batam, tak berkutik saat digiring petugas ke Polda Kepri.  

Diketahui VT masuk ke Indonesia dibantu oleh kekasihnya yaitu CC untuk melakukan aksinya kejahatannya tersebut. 

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Tessa Harumdila menerangkan bahwa VT datang ke Indonesia menggunakan fasilitas Visa on Arrival. 

"Memang untuk visa tersebut dia (VT) masuk melalui Bali," ujar Tessa, Selasa (24/5/2022).

Baca: Modus Komplotan Skimming ATM Bank Riau Kepri di Batam, Polisi: Canggih dan Profesional

Tessa juga menjelaskan dari Bali, kemudian VT baru melakukan penerbangan domestik menuju Kota Batam.

Menurutnya, para orang asing yang melakukan skimming tersebut merupakan jaringan yang perlu dilakukannya pengawasan oleh pihak Imigrasi bersama pihak kepolisian. 

"Akan kita kenakan sanksi juga terkait undang-undang keimigrasian dikarenakan maksud dan tujuannya datang ke Indonesia tak sesuai dengan yang dimaksud," katanya. 

Baca: Menyimak Tampang 3 Pelaku Skimming Mesin ATM Bank Riau Kepri

Selanjutnya...

 

Sementara itu, Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Teguh Widodo mengatakan bahwa pelaku utama yaitu VT masuk ke Indonesia tak memiliki pekerjaan sama sekali. 

Ia menyebut tujuan VT datang ke Indonesia memang bermaksud untuk menjalankan aksi kejahatan perbankan.

"VT tidak punya pekerjaan tetap, ia memiliki misi jadi diperintahkan oleh si A untuk ke Indonesia, khususnya Kota Batam," imbuhnya. 

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengungkap pelaku skimming terhadap nasabah Bank Riau Kepri di Batam. Sebanyak tiga tersangka berhasil diringkus di wilayah Bali. 

Sedangkan pihak yang dirugikan tersebut yaitu Bank Riau Kepri di Batam, kurang lebih sebanyak 50 nasabah yang rekeningnya dikuras oleh pelaku dengan total kerugian mencapai Rp 800 juta. 

(rez)