Mengenal Rivan Nurmulki, Penggawa Voli Timnas Indonesia Peraih Emas SEA Games 2021

Mengenal Rivan Nurmulki, Penggawa Voli Timnas Indonesia Peraih Emas SEA Games 2021

Rivan Nurmulki penggawa timnas Indonesia peraih emas SEA Games XXXI cabang voli putra. (Foto: ist/batamnews)

Batam, Batamnews - Sebelum ajang SEA Games 2021 yang dihelat di Vietnam berlangsung, mungkin tak banyak orang mengenal sosok Rivan Nurmulki. Namanya melejit kala mengantarkan Indonesia meraih medali emas di cabang olahraga voli putra.

Rivan yang merupakan pria kelahiran Bangko, Meringin, Jambi 26 tahun silam itu berhasil mengangkat nama Indonesia di ajang Voli pada SEA Games 2021. Terakhir, Indonesia meraih emas pada ajang tersebut pada 2019 silam.

Pria yang berposisi sebagai Opposite itu pun mengungkapkan rasa bahagianya saat diwawancarai Batamnews, Senin (23/5/2022).

"Alhamdulillah, kondisi sekarang baik dan sehat. Mungkin kalau nggak dapat emas nggak sehat juga, hahaha," candanya.

Kilas balik pada Minggu (22/5) siang kemarin, saat tim Voli Indonesia bertanding melawan Vietnam di partai final. Hasilnya tentu saja Indonesia jadi kampiun di cabor itu mengalahkan tuan rumah dengan skor 3-0.

Timnas voli putra berhasil memantaskan diri sebagai raja voli putra di antara negara-negara ASEAN tahun ini.

Kemenangan tersebut memanglah hasil kerjasama tim. Namun yang kerap jadi sorotan ialah Rivan Nurmulki.

Dirinya kini diketahui bergabung dengan salah satu klub voli Jepang, VC Nagano Tridents.

Karir Rivan memang memukau. Sebelum berkiprah di Jepang, ia juga sempat bergabung dengan klub voli Thailand, yakni Nakhon Ratchasima The Mall. Di sana ia sukses mempersembahkan satu gelar juara liga untuk timnya.

Saat membela Timnas Indonesia, Rivan sudah menyumbang banyak prestasi. Beberapa di antaranya yakni medali perunggu SEA Games 2015, medali perak Sea Games 2017, medali emas SEA Games 2019 dan kini kembali raih emas di SEA Games 2021.

Minim Persiapan

Hal tersulit bukanlah menghadapi lawan, melainkan memikirkan tim sendiri. Itulah yang dikhawatirkan Rivan hingga kemarin sebelum berlaga.

"Yang tersulit adalah memikirkan tim sendiri. Kita khawatirnya dengan kondisi tim karena persiapan kita cuma 2 minggu. Kalau untuk kombinasi pemain nggak ada masalah, karena di timnas pemain lama semua yang sudah terbilang matang," ujar dia.

Untuk latihan saja, lanjutnya, Ttimnas hanya berlatih di Sentul. Sementara kontingen dari negara lain persiapannya cukup matang, bahkan ada yang sudah bersiap sejak setahun belakangan.

"Latihannya cuma di Sentul aja. Bisa dibilang nggak ada persiapan, sih, Mas. Kontingen lain persiapannya cukup lama, ada yang 4 bulan sampai ada yang bahkan 1 tahun," kata Rivan.

Selanjutnya, awal karir...

 

Awal Karir di Olahraga Voli

Percaya atau tidak, ternyata seorang Rivan Nurmulki awalnya sama sekali tidak menyukai olahraga bola voli.

Ceritanya, Rivan bukanlah sosok yang aktif di olahraga. Semuanya bermula saat ia bersama teman sejawat di kampung halaman ikut bermain voli bersama hingga pada akhirnya menjadi hobi yang mengantarkannya ke titik saat ini.

"Dulu itu ikut-ikut teman latihan di kampung. Kok, lama-lama jadi asik. Dari awalnya cuma ikut-ikutan, lama-lama jadi hobi sampai akhirnya masuk ke timnas," katanya.

Kemudian, dia pun terus mengasah kemampuannya. Sejumlah kejuaraan tingkat sekolah hingga daerah pun ia ikuti demi menyalurkan bakat dan hobinya.

"Awalnya dari Kejurda (Kejuaraan Daerah). Kemudian antar sekolah juga, jaman-jaman SD/SMP itu ada O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional). Dari situ, lah, awal mula saya ikut turnamen atau kejuaraan voli," sebut dia.

Ia pun tak lupa semasa dirinya masih menapak dalam olahraga voli. Latihan terus tanpa henti, mulai dari fisik sampai tekni.

"Awal-awal berat, karena baru mulai dan belum tau. Pagi-sore latihan terus, itu sudah masuk klub. Jadi kita off cuma weekend. Latihannya pagi fisik, sore teknik," ungkap Rivan.

Dari situ, bakat Rivan terus terasah. Sampai pada akhirnya ia bisa menembus Timnas voli Indonesia dari sekian banyak atlet hebat yang ada.

Dia juga mengungkapkan, bahwa banyak atlet tanah air yang memiliki kemampuan individu yang luar biasa. Banyak juga dari mereka yang kini berkarir di luar negeri.

"Kebanyakan atlet voli Indonesia berkembang di klub. Pemainnya juga banyak yang main di luar, jadi pengalaman secara individu cukup mempuni, lah. Indonesia sudah banyak atlet voli yang main di luar negeri. Hanya ke Asia saja. Ada yang ke Dubai dan Bahrain," kata Rivan.

Setelah SEA Games ini, tentunya Rivan Cs dapat menghela nafas lega. Usaha mereka selama ini terbayarkan.

Rivan pun bertekad akan terus mengharumkan nama Indonesia. Bahkan akan membawa Garuda disegani di mata dunia. 
 

(jun)