Demo Mahasiswa di Batam, Jalan Engku Putri Sempat Diblokir Massa

Demo Mahasiswa di Batam, Jalan Engku Putri Sempat Diblokir Massa

Mahasiswa Batam yang berunjukrasa mencoba masuk ke dalam Kantor DPRD

Batam - Setelah aksi 11 April digelar, puluhan mahasiswa di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali berdemo di depan Kantor Walikota dan DPRD setempat, Rabu (13/4/2022).

Massa mahasiswa menamakan diri Cipayung Plus. Mereka melanjutkan aksi yang sempat digelar beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Mahasiswa Resah Kenaikan PPN, BBM Pertamax Bisa Picu Kenaikan Sembako

Sejak pagi, sekira pukul 09.00 WIB, para mahasiswa dengan beragam atribut khas sudah memadati kawasan depan gerbang Kantor DPRD Batam. Teriakan lantang 'perlawanan' keluar dari pengeras suara yang ditenteng.

"Luhut, Bahlil dan Erlangga Hartanto kalau bisa dicopot. Mereka telah membuat kegaduhan di Indonesia dengan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden sebanyak 3 periode," kata Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Batam, yang juga koordinator aksi, Binsar Hadomuan Pasaribu. 

Setelah hampir setengah jam berorasi, aksi dari mahasiswa tampaknya tak digubris oleh anggota DPRD Batam. Akhirnya, mereka berpindah lokasi menuju Kantor Walikota untuk bertemu Muhammad Rudi.

Namun sayang, sepertinya Rudi sedang tak berada di lokasi. Juga tak ada satupun perwakilan pejabat dari Pemko Batam yang menemui mahasiswa di luar pagar kantor Walikota.

Baca juga: Luhut Hampiri Mahasiswa Demo di UI, Debat soal Big Data

Massa lagi-lagi berpindah lokasi. Kali ini putar arah ke Gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam, harap-harap bisa menemui yang bersangkutan, tapi Rudi pun tak berada di tempat. 

Para mahasiswa sepertinya tak putus akal menyuarakan tuntutan. Mereka kembali berpindah ke titik awal; Kantor DPRD Batam, berhajat dapat berdialog dengan wakil rakyat.

Di depan gerbang Kantor DPRD, mahasiswa berupaya masuk ke dalam. Aksi dorong-dorongan pun terjadi.

Suasana unjuk rasa kian memanas setelah upaya geruduk kantor dewan dilakukan. Selain itu, adu mulut antara pendemo dengan aparat tak dapat terelakkan.

Aparat yang bertugas enggan memberikan kesempatan massa untuk masuk ke dalam kantor. 

Mahasiswa terus berupaya menekan, sampai-sampai para pengunjuk rasa sempat menutup Jalan Engku Putri di depan kantor DPRD-Walikota.

Pihak kepolisian terpaksa berjibaku mengalihkan arus lalu lintas di jalan tersebut. Terlihat beberapa pengendara memilih putar balik karena massa telah menutup jalan.

Baca juga: Mahasiswa di Batam Minta Menteri yang Suarakan Presiden 3 Periode Dicopot

Hingga pukul 14:00 WIB, massa masih bertahan di depan pagar Kantor DPRD. Mereka tak akan beranjak bubar sampai ada legislator yang menemui.

Pada akhirnya, Anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumaha turun ke jalan menghampiri massa. Para mahasiswa menyambut baik kedatangan Utusan.

Para massa aksi pun memberikan secarik kertas surat, kepada Utusan untuk ditandatangani. Setelah itu, mahasiswa pun akhirnya bubar dan demo selesai. 

(jun)