Udin Sihaloho Sarankan Pemko Batam Dirikan Bank Daerah Sendiri

Udin Sihaloho Sarankan Pemko Batam Dirikan Bank Daerah Sendiri

Anggota DPRD Batam, Udin P Sihaloho.

Batam, Batamnews - Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam menambah nominal penyertaan modal kepada Bank Riau Kepri sebanyak Rp 100 miliar menuai sorotan DPRD Batam.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Ranperda perubahan Perda nomor 3 tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Daerah Pemko Batam pada beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Udin P Sihaloho mengatakan ada beberapa hal yang menjadi perhatian mengenai rencana tersebut. 

Seperti diketahui Pemko Batam telah melakukan kerjasama cukup lama dengan Bank Riau Kepri. Namun selama itu, hasil Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Riau Kepri tidak terlihat jelas atau dirasakan oleh masyarakat Batam. 

Sehingga menurutnya, Pemko Batam dirasa perlu mengganti bank lain untuk penyertaan modal. 

"Kenapa tak bank lain, CSR-nya bisa dirasakan masyarakat banyak," ujar Udin, Jumat (1/4/2022). 

Selain itu, pihaknya menilai Bank Riau Kepri (BRK) tidak transparan kepada DPRD Kota Batam. Hal itu dikarenakan saat bertemu dengan pihak BRK, tidak dijelaskan secara detail mengenai CSR yang dikeluarkan untuk Kota Batam.

“Waktu itu kami tanyakan berapa CSR-nya, mereka tidak jelaskan,” katanya.

Dengan pertimbangan tersebut, tim Pansus menyarankan agar Pemko Batam mendirikan Bank Daerah sendiri, seperti beberapa daerah lain. Karena dengan modal senilai Rp 200 miliar sudah dapat membuat bank daerah. 

"Bank Daerah Batam contohnya. Kalau sudah sampai 200 milar modalnya tak ada salahnya dirikan Bank sendiri. Kalau daerah lain misalnya Bank Jabar Banten eksis juga di sini," jelasnya. 

Udin menyebutkan, modal sebesar Rp 200 miliar tidak sulit untuk diperoleh, misalnya dari pendapatan pajak hotel dan restoran yang disimpan di Bank Riau Kepri. Selain itu, gaji honorer dan bahkan anggota DPRD Batam juga melalui BRK. 

“Jadi cukup besar uang yang mengendap di sana,” kata dia. 

Sebelumnya, penyertaan modal Pemko Batam di Bank Riau Kepri sebesar Rp 50 miliar atau sebesar 4,52 persen. Kota Batam urutan ke 6 dari seluruh pemegang saham di Bank Riau Kepri.

"Nah awalnya saham Pemko ada Rp 50 miliar di Bank Riau Kepri lalu Pemko rencana mau tambah Rp 100 miliar jadi totalnya Rp 150 miliar," katanya.

Seperti diketahui, saat ini Pemko Batam telah mengalokasikan anggaran untuk penyertaan modal di 4 BUMD, yakni : PT. Pembangunan Kota Batam senilai Rp 2 miliar, PT. Pelabuhan Batam Indonesia senilai Rp 2 miliar, PT. Riau Airlines (RAL) senilai Rp 2 miliar) dan PT. Bank Riau Kepri senilai Rp 50 miliar. 

(ret)