Puluhan Botol Obat Bius Tak Berizin Gagal Dikirim ke Luar Batam

Puluhan Botol Obat Bius Tak Berizin Gagal Dikirim ke Luar Batam

Obat bius medis jenis KTM-100 Ketamine HCL yang diamankan petugas Ditpam BP Batam.

Batam - Puluhan botol obat bius total atau anestesi umum diamankan petugas Direktorat Pengamanan Aset (Ditpam) Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).

Obat bius KTM-100 Ketamine HCL injeksi sebanyak 60 botol ini diamankan di Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam pada Kamis (10/2/2022) lalu.

Dilansir dari situs resmi Alodokter, Ketamine merupakan salah satu jenis obat bius total yang diberikan untuk menghilangkan kesadaran pasien sebelum melakukan prosedur medis, khususnya operasi atau pembedahan.

Obat ini hanya boleh digunakan di rumah sakit dan penggunaannya diawasi secara penuh oleh dokter yang bersangkutan. Hal ini dilakukan karena penggunaan ketamin berisiko menimbulkan efek samping berbahaya, seperti tekanan darah meningkat, gangguan pernapasan dan gangguan penglihatan.

Kepala Sub. Dit. Pengamanan Aset Dan Obyek Vital, S.A. Kurniawan, menjelaskan kronologi pengamanan tersebut saat dimintai keterangan pada Rabu (16/2/2022).

Proses pengamanan obat bius untuk operasi ini bermula saat salah satu anggota Ditpam BP Batam yang sedang bertugas di Pelabuhan Domestik Sekupang memeriksa satu dus obat bius tersebut.

Setelah melakukan proses pemeriksaan, anggota Ditpam tersebut mendapati injeksi yang tergolong obat keras itu sama sekali tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Baca: Belasan Unit Laptop Tak Bertuan Ditinggal di Pelabuhan Sekupang Batam

Puluhan obat bius tersebut awalnya dibawa oleh Anak Buah Kapal (ABK) Majestic berinisial AD. Rencananya, AD akan menyerahkan ke ABK Dumai Express 12 atas nama AZ alias DB untuk dibawa ke Pelabuhan Tanjung Buton, Siak, Riau.

“Satu dus obat bius tersebut tidak dilengkapi dokumen sesuai syarat yang ditentukan, seperti dokumen terkait obat-obatan, karena sesuai dengan label dalam kemasan merupakan obat keras, dan dokumen Kepabeanan lainnya,” ujar Kurniawan.

Selanjutnya barang tersebut dibawa ke pos Ditpam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Koordinator Pos Pengamanan Ditpam Pelabuhan Sekupang.

“Sebagai tindak lanjut, Ditpam BP Batam telah menyerahkan satu dus berisi 60 injeksi bius kepada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B untuk kemudian diproses secara hukum sesuai peraturan yang berlaku. Proses serah terimanya sudah selesai hari ini (red: Rabu),” kata Kurniawan.

Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya penumpang Kapal melalui Pelabuhan Domestik Sekupang yang membawa barang bawaan, agar dapat melaksanakan perjalanan pada saat jam operasional masih berlangsung, sehingga dapat melalui proses Kepabeanan.

“Bagi perwira dan kru kapal dilarang membawa barang bawaan atau titipan ke kapal selain untuk keperluan di kapal. Kami harap, seluruh pihak dapat bekerja sama demi kelancaran kegiatan kepelabuhanan di Batam,” kata Kurniawan.

Sebelumnya, petugas Direktorat Pengamanan Aset BP Batam juga mengamankan 15 unit laptop tak bertuan di Pelabuhan Domestik Sekupang.

Barang elektronik tersebut ditinggalkan pemiliknya di ruang tunggu pelabuhan pada Desember 2021 lalu.

(*)

Komentar Via Facebook :