Teken Pakta Integritas, Rudi Harap Kejati Kepri Kawal Proyek Fisik BP Batam

Teken Pakta Integritas, Rudi Harap Kejati Kepri Kawal Proyek Fisik BP Batam

Penandatanganan pakta integritas BP Batam-Kejati Kepulauan Riau. (Foto: Juna/batamnews)

Batam, Batamnews - Badan Pengusahaan (BP) Batam meneken pakta integritas dengan institusi kejaksaan untuk pengawasan jalannya proyek-proyek fisik.

Pakta integritas Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) oleh BP Batam bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri ini ditandatangani di Balai Rungsari, Kantor BP Batam, Kamis (27/1/2022).

"Dalam penggunaan anggaran membutuhkan pengamanan dari jaksa. Apalagi di era pandemi ini BP Batam banyak melakukan pembangunan fisik," kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat diwawancarai.

Pembangunan fisik tersebut anggarannya terbilang fantastis, miliaran hingga triliunan rupiah yang digelontorkan. Dengan begitu, Kejati Kepri diharapkan dapat membantu agar tak ada lagi permasalahan hukum.

"Pembangunan fisik ini anggarannya pasti besar dan pasti banyak masalah. Kami berharap dengan penandatanganan pakta integritas ini akan membantu agar tak ada permasalahan hukum. Kami harap kejaksaan dapat membantu mengawasi," kata dia.

Rudi menyebutkan, pelaksanaan lelang sudah mulai berlangsung. Diharapkan sesegera mungkin dapat dikerjakan.

Dia juga menargetkan pengerjaan proyek fisik selesai pada November tahun ini. 

"Ada 4 proyek besar. Saya tidak bisa menyebutkannya satu persatu. Kalau mau lihat detailnya bisa akses ke website BP Batam. Yang jelas saya minta di bulan April atau Mei nanti sudah mulai dikerjakan. Jadi target saya November bisa selesai," kata Rudi.

Pihaknya juga mengedepankan pelaksanaan proyek strategis, seperti pembangunan Dermaga Batuampar, bandara dan lain-lain. Namun secara garis besar ialah pembangunan strategis lebih kepada peningkatan perekonomian.

"Kita akan bangun satu bandara. Kalau bandara selesai, Dermaga Batu Ampar juga selesai, maka akses kota menjadi nomor satu. Jalan dan rumah sakit juga akan kita bangun. Kemarin juga kami dapat perintah dari Pak Luhut untuk pembangunan seaport atau newport baru di Sekupang," ujarnya.

Sementara itu, Kajati Kepri, Hari Setiyono mengaku jika dalam setiap kegiatan pelaksanaan pembangunan kemungkinan pasti ada ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan.

Oleh karena itu, lanjut dia, sejak dini jaksa akan melakukan pengamanan dari sisi hukum. Apabila sinergi dilangsungkan, segala masalah bisa dicegah.

"Kita melaksanakan dan mengedepankan fungsi pencegahan supaya pelaksanaan pembangunan bisa berjalan baik untuk kemakmuran masyarakat. Kita berharap Batam atau Kepri bisa bersaing dengan negara tetangga," katanya.

Pihaknya juga siap mengawal dan mengamankan setiap pekerjaan yang dilakukan. Tujuannya tentu agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.

"Kami akan dengan sepenuh hati mengawal dan mengamankan pekerjaan. Dukungan masyarakat juga sangat penting. Berikan gambaran kepada masyarakat bahwa pembangunan ini untuk kita semua," ujar Hari.

(jun)
Komentar Via Facebook :