3 Korban Tragedi Kapal PMI Ilegal di Johor Masih Belum Ditemukan

3 Korban Tragedi Kapal PMI Ilegal di Johor Masih Belum Ditemukan

Korban selamat dalam tragedi tenggelamnya kapal PMI ilegal di Johor diselamatkan aparat Malaysia. (Foto: via Berita Harian)

Johor - Tiga calon pekerja migran ilegal yang kapalnya tenggelam di Teluk Ramunia, Johor, Malaysia masih belum ditemukan. Pencarian hingga Jumat (21/1/2022), tak satupun jasad ditemukan.

Direktur Johor Malaysian Maritime Enforcement Agency, First Maritime Laksamana Nurul Hizam Zakaria mengatakan, Op Carilamat yang memasuki hari kedua melibatkan 41 petugas bersama dengan polisi, pemadam kebakaran dan Pasukan Pertahanan Sipil Malaysia (APM) untuk melacak sisa korban yang belum ditemukan.

Operasi pencarian menjangkau area seluas 35,82 mil laut persegi di laut sekitar perairan Tanjung Sepang hingga Pengerang dengan melibatkan tujuh aset dari Maritime Malaysia dan instansi rekanan.

"Pencarian di pesisir pantai dilakukan tim SAR sejauh 20 kilometer dengan bantuan drone milik JBPM," ujarnya dikutip Batamnnews dari Utusan Malaysia, Sabtu (22/1/2022).

Dia mengatakan pencarian di laut akan dilanjutkan pada pukul 7 pagi hari ini, sementara pencarian di darat juga akan dilanjutkan pada malam hari di wilayah pesisir.

Sebelumnya, media melaporkan dua orang tewas dan enam orang diduga hilang setelah sebuah kapal yang membawa 27 penumpang diyakini imigran gelap Indonesia tenggelam di perairan Teluk Ramunia pada Kamis (20/1/2022) pukul 04.50 waktu setempat.

Sementara itu, tiga jenazah perempuan lainnya ditemukan pada pukul 07.30 dalam kondisi berpakaian lengkap di jarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

Seluruh imigran gelap tersebut diyakini berlayar dari Tanjung Tondang, Pulau Bintan, Indonesia menggunakan perahu kayu sepanjang 45 kaki dan diduga akan mendarat di kawasan sekitar perairan Teluk Ramunia namun berhasil dideteksi pihak berwajib.

Boat pancung yang menggunakan tiga mesin bertenaga 600 tenaga kuda itu diduga tenggelam karena kondisi cuaca dan kemungkinan juga karena menggunakan kecepatan maksimal.

Dengan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas, kapal diyakini tidak mampu mengendalikan stabilitas sehingga tenggelam.

Seluruh 19 korban yang berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) dibawa ke Pos Tanjung Sepang untuk penyelidikan lebih lanjut, sedangkan lima jenazah dibawa ke Rumah Sakit Kota Tinggi (HKT) untuk diautopsi.

Peristiwa tersebut merupakan upaya ketiga yang melibatkan imigran gelap yang mencoba memasuki perairan Malaysia melalui jalan ilegal dan dua kapal diantaranya tenggelam pada awal tahun ini.
 

(dod)