Survei: 6 dari 10 Orang Percayai Demokrasi di AS akan Runtuh

Survei: 6 dari 10 Orang Percayai Demokrasi di AS akan Runtuh

Pendukung Donald Trump menggeruduk Gedung Kongres AS pada tahun lalu. (Foto: CNN)

Washington - Jajak pendapat publik menunjukkan enam dari 10 orang Amerika (AS) percaya demokrasi negara itu sekarang dalam bahaya dan akan runtuh.

Itulah hasil temuan jajak pendapat yang dirilis Kamis (13/1/2022), setahun setelah pendukung mantan Presiden AS Donald Trump membuat rusuh di gedung Capitol, Washington.

Survei Universitas Quinnipiac juga menemukan bahwa 76 persen menganggap ketidakstabilan politik internal di AS mengundang bahaya yang lebih besar daripada ancaman asing.

Mayoritas dari mereka dalam jajak pendapat atau 58 persen berpendapat bahwa demokrasi negara itu dalam bahaya runtuh sementara 37 persen tidak setuju.

Sementara itu, 53 persen responden memperkirakan perpecahan politik di negara ini akan memburuk dalam hidup mereka.

Tentang kemungkinan serangan lain di AS seperti yang terjadi di Kongres, sebanyak 53 persen dari mereka percaya itu akan terjadi dan kemungkinan besar akan terjadi.

Sebanyak 61 persen mendukung penyelidikan kasus kerusuhan di gedung Capitol, yang mulai diselidiki oleh pansus DPR pada 6 Januari tahun lalu.

Sebanyak 83 persen Demokrat mendukungnya dan 60 persen Republik menentang penyelidikan tersebut.

Survei tersebut juga membawa kabar buruk bagi Presiden Joe Biden, ketika hanya 33 persen responden yang mendukung pekerjaan yang dilakukannya.

Sebanyak 53 persen menyatakan tidak setuju dengan tindakan Presiden sementara 13 persen tidak berpendapat.

November lalu, dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Quinnipiac, Biden mendapat dukungan 38 persen untuk usahanya.

Menurut Quinnipiac, survei nasional terhadap 1.313 orang dewasa AS dilakukan antara 7 dan 10 Januari dengan kisaran kesalahan sekitar 2,7 persen.

(dod)