Pengerjaan Proyek Pelabuhan Roro Jagoh Molor, DPRD Lingga Singgung Soal Kualitas

Pengerjaan Proyek Pelabuhan Roro Jagoh Molor, DPRD Lingga Singgung Soal Kualitas

Anggota DPRD Lingga, Anwar (Kiri) saat meninjau proyek pengerjaan Pelabuhan Roro Jagoh (Foto:ist)

Lingga, Batamnews - Pengerjaan rehabilitasi pelabuhan penyeberangan Roll On Roll Off (Roro) Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), molor. Akibatnya, banyak pihak menyoroti proyek tersebut.

Diketahui, rehabilitasi pelabuhan Roro Jagoh ini memakan anggaran yang cukup besar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), senilai Rp 6,4 Miliar.

Anggota DPRD Lingga, Anwar mengatakan, banyak poin-poin penting yang perlu diperhatikan Dinas Perhubungan (Dishub) dan perusahaan pemenang lelang terkait pengerjaan proyek itu.

Baca juga: Dinas Pertanian Lingga Bangun Dua Sumur Bor di Desa Sei Besar

"Dinas terkait dan pemenang lelang harus bertanggung jawab terhadap pengerjaan yang katanya hampir selesai akhir tahun ini. Secara kasat mata, saat saya melihat langsung ke lokasi, jika dipaksakan memang siap di akhir tahun ini," kata dia kepada Batamnews, Minggu (26/12/2021).

Namun Anwar khawatir kualitasnya tidak terjamin bagus karena terkesan mengejar waktu.

"Apa yang diucapkan Kepala Dishub kemarin kita tunggu saja. Banyak keluhan dari masyarakat terkait masalah pelabuhan Roro ini wajar-wajar saja, karena proyek menggunakan anggaran begitu besar," ujarnya.

Dengan demikian, Anggota Komisi 3 DPRD Lingga ini berharap agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Lingga dapat menyelesaikan sejumlah pekerjaan proyek fisik tepat waktu sesuai yang telah ditentukan.

 

Penyebab Molornya Pengerjaan Pelabuhan Roro Jagoh

Sebelumnya, Kepala Dishub Lingga, Selamat mengungkapkan beberapa faktor yang menjadi penyebab molornya pengerjaan ramp door pelabuhan Roro Jagoh. Yang jelas, menurutnya bukan karena unsur kesengajaan.

"Kendala pekerjaan oleh pihak kontraktor karena cuaca yang tidak bersahabat. Ditambah lagi memasuki bulan November dan Desember cuaca sering hujan, sehingga para pekerja tidak bisa maksimal melakukan aktivitasnya," ujar Selamat.

Baca juga: Mantan Kades dan Bendahara Desa Berindat di Lingga Ditahan Kasus Tipikor

"Tentu kita dari pihak dinas ingin pekerjaan ini secara maksimal dan bermutu. Sehingga dampaknya bisa dimanfaatkan dengan jangka lama oleh masyarakat, terutama masyarakat Kabupaten Lingga," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, di dalam kontrak seharusnya pengerjaan proyek ini selesai pada 13 Desember 2021. Tapi akibat beberapa kendala, proyek ini pun molor. Selain cuaca, juga karena bahan material yang tidak ada di Kepri, sehingga harus dipesan dari luar.

Meski demikian, ia memastikan pengerjaan proyek tersebut akan segera selesai. Sehingga, awal Januari 2022 pelabuhan tersebut sudah bisa disinggahi Kapal Roro.

(ruz)