Analisis Pengamat Bola di Kepri: Timnas Indonesia Beruntung

Analisis Pengamat Bola di Kepri: Timnas Indonesia Beruntung

Pengamat Sepakbola Kepri, Chris Triwinasis. (instagram)

Oleh: Chris Triwinasis

ADA yang menulis pelatih Shin Tae-yong salah taktik dan ada juga yang berkomentar susunan starting eleven perlu dievaluasi. Padahal strategi 5-4-1 terbukti tepat dengan kita mampu mencetak gol terlebih dahulu dan penguasaan bola lebih baik dari Singapura.

Gol Singapura terjadi saat bermain dengan 10 pemain, akibat Rizky Ridho memprovokasi Baharudin yang berdampak center back timnas Singapura tersebut terpancing emosi dan menerima kartu kuning kedua (kartu merah) yang berakibat harus keluar.

Baca juga: Timnas Indonesia ke Final Piala AFF 2020

Gol Shin saat injury time babak pertama, tendangan bebas ke jantung pertahanan Indonesia bola liar di mulut gawang Nadeo, mampu dimaksimalkan gelandang timnas Singapura tersebut.

Babak kedua, timnas masih bermain sesuai patron, menekan dan selalu unggul dalam perebutan bola. Petaka terjadi saat terjadi tendangan bebas, bola tendangan Sulaiman justru mampu menembus pagar hidup, masuk ke sudut kanan gawang kiper Nadeo.

Mental pemain kita sempat menurun, tekanan justru dialami oleh Asnawi dkk. Umpan pendek hilang, berganti dengan bola jauh yang bukan kelebihan anak asuh pelatih STY.

Beruntung, Arhan mampu memanfaatkan bola liar di mulut gawang kiper Sunny, skor imbang 2-2. Petaka justru terjadi di kotak penalti Indonesia, sapuan kaki back kiri timnas Arhan secara tayangan ulang mengenai bola, namun wasit menunjuk titik putih.

Sebelum eksekusi dilakukan oleh Ramli (10), kiper Nadeo mengulur ulur dengan minum air putih  (aqua) terlebih dahulu , tentu sambil berdoa semoga sukses menggagalkan eksekuai penalti. Benar, antisipasi kiper asal klub Bali United tersebut dengan menjatuhkan badan ke sebelah kiri bola mampu ditepis, peluang panjang ditiup skor tetap 2-2.

Dari kejadian waktu normal 2x 45 menit, kita patut bersyukur. Pertama adalah saat Rizky Ridho menghalau bola di kotak penalti tidak dihukum penalti. Kedua eksekusi penalti oleh Ramli berhasil digagalkan Oleh Nadeo.

Ketiga adalah kejadian anak mantan pemain nasional Singapura yang juga mantan pemain Niac Mitra Surabaya yaitu Irfan Fandi yang menghalangi lajunya Irfan Jaya berbuah kartu merah , Singapura main dengan sembilan pemain.

Baca juga: Seru! Bak 'Drama Korea' Shin Tae-yong Bawa Indonesia ke Final

Keempat gol bunuh diri oleh back Anuar menjadikan kita unggul dan ditambah gol Egy menambah menjadi 4-2.

Kelima keluarnya kartu merah ketiga yang didapat kiper Sunny melengkapi derita tim asuhan pelatih Tatsuma Yoshida. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap bertahan 4-2, salah satu yang patut kita syukuri adalah dewi Fortuna berpihak  kepada Nadeo dkk, sehingga kita lolos ke final Piala AFF  2020 , ini adalah kali keenam kita lolos ke final Piala AFF, lima diantaranya gagal menjadi juara semoga kali ini sudah setengah lusin ke final saatnya bisa meraih juara.