5 Tradisi Unik Natal yang Dirayakan di Berbagai Negara

5 Tradisi Unik Natal yang Dirayakan di Berbagai Negara

Ilustrasi pohon Natal.

Jakarta - Umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Raya Natal, hari ini, 25 Desember. 

Sejak awal Desember, berbagai atribut bernuansa Natal biasanya telah dipersiapkan sebulan sebelumnya. Banyak orang mulai sibuk dengan berbagai kegiatan, serta menjalankan tradisi-tradisi menyambut Natal. Setiap budaya atau negara pun memiliki tradisi Natal yang berbeda-beda dan unik.

Berikut tradisi-tradisi Natal di sejumlah negara, seperti dilansir kumparan:

1. Festival Lentera Raksasa, Filipina

Festival Lentera Raksasa (Ligligan Parul Sampernandu) diadakan setiap tahun pada hari Sabtu sebelum Malam Natal di kota San Fernando, Filipina. Festival ini biasanya menarik penonton dari berbagai negara. Tradisi ini bermula saat desa Eleven Barangay berpartisipasi dalam festival lentera dan semua orang berlomba-lomba membangun lentera yang paling rumit.

Awalnya, lentera adalah kreasi sederhana dengan diameter sekitar setengah meter, terbuat dari 'papel de hapon' (kertas origami Jepang) dan dinyalakan dengan lilin. Saat ini, festival lentera menghadirkan lentera yang terbuat dari berbagai bahan dan berukuran enam meter. Lentera juga dilengkapi bola lampu listrik yang berkilauan dalam pola kaleidoskop.

2. Gavle Goat, Swedia

Sejak 1966, patung kambing khas Swedia, Yule Goat yang setinggi 13 meter telah dibangun di pusat Alun-Alun Kastil Gävle untuk memperingati Hari Natal Advent. Patung kambing ini terbuat dari jerami dan di dalam tradisi, patung ini harus dibakar. Patung kambing Yule Goat berhasil dibakar sebanyak 29 kali, pemusnahan terakhir terjadi pada tahun 2016.

Tradisi ini merupakan tradisi festival pagan kuno. Di Swedia, orang percaya kambing Yule adalah roh tak terlihat yang akan muncul sebelum Natal. Kambing berperan sebagai pemberi hadiah dan kadang-kadang terlihat menggantikan atau bersama dengan munculnya Santa, yang disebut Jultomten.

Selanjutnya....

 

3. Perayaan Nasional Hanukkah Menorah, Washington, D.C

Perayaan ini dalam rangka memperingati Hari Raya Yahudi Hanukkah yang dirayakan di seluruh Amerika Serikat. Sejak 1979, Menorah (pelita atau lampu) raksasa setinggi sembilan meter telah didirikan di halaman Gedung Putih selama delapan hari dan delapan malam Hanukkah. 

Perayaan ini ditandai dengan pidato, musik, kegiatan untuk anak-anak, dan, tentu saja, penyalaan pelita Menorah. Penerangan lilin pertama di Gedung Putih dilakukan pada pukul 4 sore, meskipun cuaca hujan atau cerah. Selain itu lilin tambahan juga dinyalakan setiap malam berturut-turut.

4. Hari Saint Nicholas, Jerman

Banyak orang di Jerman masih mempercayai tradisi Weihnachtsmann (Bapa Natal), Saint Nicholas yang melakukan perjalanan dengan keledai di tengah malam pada tanggal 6 Desember (Nikolaus Tag) dan mengantarkan hadiah seperti koin, cokelat, jeruk, dan mainan di sepatu anak-anak yang bersikap baik di seluruh Jerman. Khususnya di wilayah Bavaria, St. Nicholas juga mengunjungi anak-anak di sekolah atau di rumah dan memberikan hadiah berupa permen atau hadiah kecil.

Singkatnya, tradisi ini adalah ajang berbagi dan memperingati kebaikan St Nicholas. St. Nicholas membawa serta Knecht Ruprecht (Farmhand Rupert), sosok karakter antagonis seperti setan mengenakan pakaian gelap ditutupi dengan lonceng dan janggut kotor. Knecht Ruprecht membawa tongkat atau cambuk kecil di tangan untuk menghukum setiap anak yang nakal.

5. Tradisi Menyembunyikan Sapu, Norwegia

Mungkin salah satu tradisi Malam Natal yang paling tidak lazim dapat ditemukan di Norwegia, di mana orang menyembunyikan sapu mereka. Ini adalah tradisi yang dimulai berabad-abad yang lalu, ketika orang percaya bahwa penyihir dan roh jahat keluar pada Malam Natal mencari sapu untuk ditunggangi. Sampai hari ini, banyak orang masih menyembunyikan sapu mereka di tempat teraman di rumah agar tidak dicuri.
 


Berita Terkait