WHO: Omicron Menyebar dengan Kecepatan yang Belum Pernah Terjadi Pada Varian Lain

WHO: Omicron Menyebar dengan Kecepatan yang Belum Pernah Terjadi Pada Varian Lain

ilustrasi.

Muhammad Ikhsan

Batam, Batamnews - Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghenreyesus kemarin mengatakan varian Omicron yang pertama kali dideteksi di Afrika Selatan kini dilaporkan sudah menyebar ke 77 negara dan kemungkinan sudah ada di seluruh bagian dunia. 

Tedros juga meminta warga dunia tidak menganggap enteng varian Omicron yang dikatakan hanya menimbulkan gejala ringan.

Baca juga: Perlindungan Vaksin Sinovac Dikabarkan Lemah Lawan Omicron

"Omicron menyebar dengan kecepatan yang belum pernah dilihat pada varian sebelumnya," ujar Tedros dalam jumpa pers virtual, seperti dilansir laman Reuters, Rabu (15/12/2021).

"Meski jika Omicron menyebabkan sakit yang tidak lebih parah, namun jumlah kasusnya bisa membuat sistem kesehatan kewalahan."

Vaksin Covid-19 yang ada saat ini menjadi sedikit kurang efektif dalam mencegah sakit parah dan kematian tapi masih memberikan perlindungan yang cukup signifikan, kata Tedros.

"Dari bukti yang berkembang ada sedikit penurunan efektivitas vaksin melawan sakit parah dan kematian serta penurunan pada sakit ringan atau penularan," kata dia.

Vaksin Pfizer-BioNTech diketahui kurang efektif di Afrika Selatan untuk mencegah kasus rawat inap sejak munculnya varian Omicron bulan lalu.

Direktur Kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan vaksin masih memberikan perlindungan signifikan untuk mencegah sakit parah dan kematian.

Baca juga: Hampir 2 Pekan, Singapura Laporkan 16 Kasus Corona Omicron

"Pertanyaannya adalah seberapa besar perlindungan vaksin itu dan sampai berapa lama kita akan kehilangan perlindungan dari sakit parah dan kematian melawan Omicron. Data yang berkembang memperlihatkan vaksin memberi perlindungan signifikan."

Ryan menuturkan, puncak dari gelombang penularan varian Omicron ini masih berlangsung dalam beberapa pekan karena penyebarannya yang cepat melebihi varian Delta yang masih dominan.

Vaksin booster bisa berperan dalam mencegah penyebaran Covid-19 selama orang yang butuh perlindungan juga memiliki akses terhadap vaksin, kata Tedros.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :