Alasan Utama Masih Ada Warga RI Ogah Divaksin Covid-19

Alasan Utama Masih Ada Warga RI Ogah Divaksin Covid-19

Ilustrasi (Foto:kompas)

Jakarta, Batamnews - Survei yang dilakukan oleh peneliti dari Johns Hopkins Center for Communication Programs (JHCCP) menemukan masih ada 34 persen warga Indonesia yang tidak ingin mendapat vaksin Covid-19.

Peneliti menekankan pentingnya sosialisasi mengenai keamanan vaksin dan bahaya dari Covid-19 untuk mengatasi masalah ini.

Douglas Storey dari JHCCP menjelaskan survei sudah dilakukan pada 14 juta responden sejak bulan Mei 2021 lewat media sosial Facebook. Survei masih berjalan dengan data terus diperbarui setiap dua minggu.

Hingga bulan September, hasilnya ditemukan kelompok umur 55 tahun ke atas yang jadi paling banyak menolak vaksin Covid-19. Ada 40 persen responden dari kelompok usia tersebut yang mengaku tidak mau divaksinasi.

Douglas mengatakan, setidaknya ada tiga alasan yang paling banyak diutarakan responden. Alasan yang utama yaitu masih adanya keraguan terhadap keamanan vaksin.

Berikutnya ada yang menolak karena ingin menunggu, khawatir terhadap biaya, alasan agama, dan merasa yakin tidak butuh vaksin.

"Kira-kira 49 persen beralasan cemas tentang efek samping, itu garis tren yang di atas sekali. Sebanyak 37 persen ingin menunggu melihat apakah vaksin itu aman," papar Douglas dalam diskusi yang disiarkan LaporCovid-19, Rabu (13/10/2021).

"Penyampaian pesan perlu difokuskan pada keamanan vaksin yang telah terbukti. Dan efek samping akibat Covid dibandingkan dengan efek samping vaksin yang sangat lebih lebih parah," pungkasnya.

(ruz)