ATB Masih Lakukan Penggiliran Suplai Air Bersih ke Ribuan Pelanggan
Kondisi dam Sei Ladi Baloi yang tampak mengering. Hingga kini dam tersebut masih dangkal. (Foto: BATAMNEWS)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Perusahaan air bersih Adhya Tirta Batam (ATB) masih melanjutkan program rationing atau penggiliran suplai air. Hingga saat ini air di waduk Sei Harapan Sekupang Batam masih dangkal.
Public and Media Relation ATB Batam, Wijanarko Iksa mengatakan, rationing akan dihapuskan jika kondisi waduk di Sei Harapan, Sekupang, Batam sudah kembali normal.
“Nunggu normal dulu,” ujar Iksa pada batamnews.co.id, Sabtu (31/10/2015).
Iksa menjelaskan, saat sekarang problemnya bukan di kemampuan ATB Batam dalam mengolah air bersih, tapi karena air baku sebagai bahan utamanya yang semakin menipis.
"Selain ATB, ketersediaan air baku merupakan tanggung jawab pemerintah," katanya.
Saat ini, sambung Iksa, ATB Batam mengimbau agar masyarakat kota Batam bijaksana dalam menggunakan air bersih.
"Jadi, perilaku pemakaian air kita untuk mengantisipasi dalam kondisi krisis, masyarakat bisa lihat kondisi waduk secara langsung," tutur Iksa.
Saat ini yang mendapat jatah penggiliran suplai air bersih khusus kepada puluhan ribu pelanggan di wilayah Sekupang, Batam. Rationing ini sudah berjalan sekitar dua bulan lalu.
Kekeringan waduk ini diduga dampak dari rusaknya sejumlah daerah tangkapan air di sekitar waduh. Di sejumlah wilayah waduh kini bukit-bukit dipotong untuk keperluan para kapitalis, untuk pembangunan rumah-rumah super mewah dan lainnya.
Izin mereka diberikan pihak Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). BP Batam hingga saat ini terkesan tak mau tahu dengan kondisi kekeringan tersebut.
Bahkan penebangan hutan dan pemotongan bukit di tepi hutan lindung pun diberikan tanpa ada kajian amdal.
[is]

Komentar Via Facebook :