Progres Rencana Sirkuit Internasional Batam yang Didukung Bamsoet

Progres Rencana Sirkuit Internasional Batam yang Didukung Bamsoet

Kawasan Kebun Raya Nonga Batam bakal lokasi sirkuit international. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Rencana pembangunan sirkuit balap di kawasan kebun raya Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) terus bergulir cepat dan mendapat respon positif berbagai pihak.

Dengan adanya sirkuit international yang bisa dipakai ajang balap mobil F1 dan MotoGP,  Batam tidak hanya akan kedatangan ratusan ribu wisatawan asing namun sekaligus menghasilkan devisa hingga triliunan rupiah.

"Lokasinya yang strategis, hanya selemparan batu ke Singapura dan Malaysia, sirkuit international Batam bahkan bisa diproyeksikan bekerja sama dengan pemerintah Singapura untuk gelaran balap F1," ujar H. Tinton Soeprapto koordinator pembangunan sirkuit international Batam dilansir dari mobilinanews.

Baca juga: Batam Segera Bangun Sirkuit MotoGP dan F1

Pembangunan sirkuit international Batam menurut Haji Tinton tidak akan seribet dan semahal sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat yang untuk ganti rugi serta pembebasan tanah saja hingga ratusan miliar rupiah.

"Ini karena sirkuit merupakan tanah milik Pemko Batam, di lokasi kebun raya seperti halnya sirkuit Monza (Italia) dan beberapa sirkuit kelas dunia lainnya," lanjut Haji Tinton.

Yang membuat Haji Tinton optimistis, karena rencana sirkuit Batam disupport penuh Bambang Soesatyo selaku Ketua IMI Pusat dan Ketua MPR-RI serta Walikota Batam Muhammad Rudi yang sekaligus Kepala Badan Pengusahaan Batam (dulu namanya Otorita Batam).

Baca juga: INFOGRAFIS, Batam Bangun Sirkuit Balap Level Internasional

"Pak Bamsoet (sapaan akrab Bambang Soesatyo) pasti ingin membuat legacy (warisan) untuk dunia otomotif Indonesia. Adanya duet Bamsoet dan Pak Walikota Batam, ditambah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, insyaallah sirkuit Batam segera terwujud," terang kreator Sentul International Circuit dan Badan Pembina IMI Pusat itu.

Sementara itu, Anondo Eko selaku Project Officer sirkuit international Batam menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak pemangku pemerintah kota Batam terus berprogress, intensif dan konstruktif.

 

Dari kiri Haji Tinton Soeprapto, Bamsoet, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Walikota Batam Muhammad Rudi

"Kami selaku yang ditunjuk sebagai pelaksana untuk rencana sirkuit international Batam terus bekerja serta berkoordinasi dengan Pak Walikota Batam dan jajarannya. Dan insyaallah, minggu depan kami akan kembali ke Batam melakukan langkah kongkrit dan terbaik untuk sirkuit international Batam," ungkap Anondo.

Sebelumnya, Bamsoet selaku Ketua MPR-RI dan Ketua Umum IMI Pusat telah hadir ke bakal lokasi sirkuit di Nongsa, Batam didampingi Walikota Muhammad Rudi dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad belum lama ini.

Muhammad Rudi mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam terus meningkatkan koordinasi untuk mewujudkan rencana pembangunan sirkuit yang rencananya akan dibangun di kawasan pariwisata Nongsa.

Rudi juga mengajak Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan seluruh stake holder yang ada, untuk sama-sama mendukung guna mewujudkan rencana tersebut. Sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi destinasi pariwisata dan sport tourism baru di Batam.

“Dalam waktu dekat rencana ini juga akan kita sampaikan kepada Menko Perekonomian, terkait supaya Batam punya sirkuit international yang nantinya akan menghasilkan multi effect ekonomi yang besar tak hanya untuk Batam tetapi secara nasional,” terang Rudi.

Letaknya berada di sekitar kawasan Kebun Raya Batam, dengan luas lahan 150 hektar. Namun, menurut Rudi, tidak hanya di lahan tersebut yang harus disiapkan, melainkan juga akses menuju ke sana.
 
Rudi berharap dengan dibangunnya sirkuit di Batam nantinya dapat mendorong ekonomi Kota Batam. Sebab, pihaknya yakin jika rencana ini terealisasi akan menjadi daya tarik wisman untuk datang ke Batam.

“Dan saya yakin wisman (wisatawan mancanegara) yang datang ke Batam 80 persen adalah orang kaya yang membawa dolar ke kota tercinta Batam," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rudi juga menyampaikan dalam waktu dekat akan mulai revitalisasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Selain renovasi terminal 1, pihaknya akan melakukan pembangunan terminal 2 dengan anggaran sekitar Rp 6,8 triliun.
 
“Itu semua kita lakukan tentunya juga untuk mendukung pembangunan sirkuit di Batam ini,” tegas Rudi.

 

Sementara itu, Bamsoet mengatakan pihaknya sangat menyambut positif dengan rencana pebangunan sirkuit di Batam. Karena potensinya sangat besar untuk menarik wisatawan manca negara (wisman).

Bamsoet berharap sirkuit Batam nantinya tidak hanya untuk balap F1 dan Motor GP,  juga di kawasan itu bisa dipakai kegiatan motorsport lainnya seperti offroad, rally, motocross dan lainnya. Pihaknya dari IMI akan mendukung penuh rencana sirkuit Batam.

“Karena potensinya memang sangat menggiurkan. Setiap event international seperti F1 atau MotoGP akan ada ratusan ribu orang datang dari negara seluruh dunia. Baik pembalap, kru, fans hingga broadcast TV dan media," kata Bamsoet.

Dan, akan terjadi perputaran uang dan geliat kuat ekonomi di setiap event tersebut mencapai triliunan rupiau. Itu makanya Bamsoet berharap rencana pembangunan sirkuit di Batam ini dapat segera terealisasi. 

(fox)

Berita Terkait