Taliban Minta Perempuan Afghanistan yang Bekerja untuk Diam di Rumah

Taliban Minta Perempuan Afghanistan yang Bekerja untuk Diam di Rumah

Burqa perempuan di Afghanistan. (Foto: Reuters)

Kabul, Batamnews - Perempuan bekerja di Afghanistan harus diam di rumah sampai sistem yang layak diterapkan untuk memastikan keamanan mereka. 

Hal ini disampaikan juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid. “Ini prosedur sementara,” ujarnya, dikutip dari BBC, Rabu (25/8/2021).

Dalam konferensi pers pertama sejak mengambil alih Afghanistan, Mujahid menjanjikan pihaknya menjamin kebebasan perempuan, memperbolehkan perempuan bekerja dan sekolah, bahkan mereka mengajak perempuan untuk terlibat dalam pemerintahan.

Baca juga: Taliban Kuasai Afghanistan, Warga Dapat Surat Hukuman Mati

Mujahid mengatakan pembatasan ini hanya dalam jangka pendek.

“Pasukan keamanan kami tidak dilatih bagaimana berurusan dengan perempuan, bagaimana berbicara dengan perempuan,” jelasnya.

“Sampai kita memberlakukan keamanan penuh, kami minta perempuan diam di rumah,” tambahnya.

Baca juga: Taliban Tak Mau Bentuk Pemerintahan Baru hingga Semua Tentara AS Ditarik

PBB menyoroti laporan “kredibel” pelanggaran oleh Taliban, khususnya pembatasan-pembatasan bagi perempuan. Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet menyampaikan pada Selasa, hak-hak perempuan adalah hal yang paling mendasar.

Selain mengungkapkan kekhawatirannya terkait hak-hak perempuan, Bachelet dalam rapat darurat Dewan HAM PBB di Jenewa juga mengatakan pihaknya menerima laporan perekrutan tentara anak-anak dan sejumlah eksekusi yang dilakukan Taliban.

Setelah rapat tersebut, Dewan HAM PBB mengeluarkan resolusi menegaskan komitmen penuh mereka untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak perempuan. Namun resolusi itu tidak merekomendasikan penunjukan penyelidik khusus PBB untuk Afghanistan.

(fox)