Rudi: Batam Butuh Satu Juta Dosis Lagi Vaksin Covid-19

Rudi: Batam Butuh Satu Juta Dosis Lagi Vaksin Covid-19

ilustrasi.

Batam, Batamnews - Target 70% vaksinasi Covid-19 di Kota Batam dari sasaran 785.003 warga Batam tidak tercapai akhir Juli lalu. 

Sebelumnya Batam diberi target hingga akhir Juli oleh Gubernur Kepulauan Riau untuk pelaksanaan vaksinasi hingga 70 persen sasaran yang telah ditentukan. 

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan target yang diberikan memang diakuinya tidak tercapai, lantaran distribusi vaksin tidak berjalan lancar.

Baca juga: Target Vaksinasi Covid-19 di Batam Tak Terpenuhi, Rudi: Distribusi Vaksin Jadi Penyebab

 “Tetapi kami ingin mengejar target itu pada bulan ini (Agustus),” ujar Rudi, Senin (2/8/2021). 

Ia menyampaikan hingga akhir Juli lalu, capaian vaksinasi Covid-19 di Batam mencapai 59 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua baru hanya tercapai 15 persen. 

Untuk itu, Ia telah mengajukan 100 ribu vial atau satu juta dosis, agar memenuhi kebutuhan vaksin bagi warga Batam. 

“Saya perkirakan, Batam butuh satu juta dosis vaksin lagi, untuk dosis pertama dan dosis kedua,” jelasnya.

Baca juga: Twit Pakar Kesehatan AS Dibalas Video Vaksinasi Penuh Sesak di Batam

 Lebih lanjut mengenai kebutuhan vaksin tersebut dengan perhitungan 41 persen yang belum divaksin yaitu sebesar 310.781 orang pada dosis pertama. Sedangkan kebutuhan dosis kedua diperkirakan sebanyak 667.252 dosis. 

“Sehingga kebutuhan vaksin kita memang diperkirakan satu juta dosis lagi,” katanya.

Namun kebutuhan 100 ribu vial ini dikatakan Rudi akan diberikan secara bertahap, dan diperkirakan pada lusa mendatang vaksin akan tiba di Batam. 

Namun Rudi tidak dapat memastikan jumlah vaksin yang akan datang tersebut. “Yang datang nanti bisa saja Sinovac, AstraZenecca ataupun Moderna,” ucapnya. 

Rudi melanjutkan saat ini pihaknya dapat langsung meminta vaksin ke Pemerintah Pusat, karena varian jenis delta ditemukan di Batam.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Kepulauan Riau Tertinggi di Indonesia

 Selain itu, Kota Batam juga masuk dalam status PPKM level IV. “Jadi sudah bisa minta langsung ke Pusat,” katanya.

Vaksinasi Massal dipindahkan ke Polresta Barelang

Selanjutnya pelaksanaan vaksinasi massal tidak lagi dilakukan stadion Tumenggung Abdul Jamal, dan diganti ke Markas Polresta Barelang. 

Menurutnya dengan pergantian tempat vaksinasi massal ini dapat menertibkan kerumunan orang yang akan mengantre untuk mendapatkan vaksin. 

“Kalau di titik-titik vaksinasi massal lain sudah kami evaluasi, semuanya tertib, karena per titiknya hanya 500-1.000 dosis saja,” katanya.

(ret)