Capaian Swab Antigen Massal Warga Batam Masih Jauh dari Target

Capaian Swab Antigen Massal Warga Batam Masih Jauh dari Target

Warga menjalani tes antigen di Pasar Ciptapuri, Tiban, Batam. (Foto: Edo/batamnews_

Batam, Batamnews - Swab antigen massal bagi warga Kota Batam, Kepulauan Riau sudah berjalan selama empat hari, sejak dimulai pada Senin (26/7/2021). 

Namun demikian, jumlah warga Batam yang menjalani testing (pemeriksaan) masih jauh dari target dari Pemerintah Pusat yaitu sebanyak 3 ribu orang per hari. 

Kepala Puskesmas Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Ana Hasina mengungkapkan jumlah warga yang telah menjalani test swab antigen massal bahkan belum mencapai 100 orang per hari.

Jumlah tersebut khusus hanya di wilayah Tiban Baru dan sekitarnya.

“Paling tinggi 55 orang per hari, selebihnya hanya 33 orang per hari saja,” ujar Ana, Kamis (29/7/2021).

Baca: Lacak Covid-19, Pemerintah Siapkan Tes Antigen Gratis

Padahal setiap puskesmas ditargetkan dapat melakukan testing 1.000 orang per hari, berdasarkan perintah Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. 

Menurut Ana, ada beberapa faktor yang membuat target tersebut tidak tercapai. Salah satunya adalah kurangnya tenaga kesehatan (nakes) untuk melakukan testing. 

“Satu titik untuk testing, kami hanya bisa menurunkam 5-6 dokter saja, walaupun dibagi dua tim, tim pertama di satu tempat, dan yang lain mobile tetap tak tercapai, belum lagi harus standby di puskesmas,” katanya. 

Selain itu, faktor lainnya target tersebut tidak tercapai karena keinginan masyarakat untuk mengikuti testing masih rendah meski swab antigen ini tidak dipungut biaya. 

"Beberapa bahkan ada yang menolak langsung. Kita juga tidak bisa memaksa, karena kita diminta untuk menjalankan antigen dengan sistem yang humanis," kata dia.

Baca: Ini Alasan Pemerintah Rapid Antigen Massal Warga di Batam

Sama seperti di Puskesamas Tiban Baru, capaian testing masih di wilayah Sei Panas, Batam Kota juga masih rendah karena kendala nakes yang jumlahnya terbatas serta warga masih banyak yang takut untuk diperiksa.

"Kontak erat menjadi prioritas kami dalam melakukan testing antigen ini, tetapi beberapa orang menolak karena merasa masih sehat. Sehingga diperlukan pendekatan dan komunikasi persuasif untuk menghadapi keadaan seperti itu," ujar Kepala Puskesmas Seipanas, Anggrainie Nawang Wulan.

Dalam proses tracing dan testing antigen ini, Anggie menjelaskan bahwa untuk mencapai target pihaknya menerapkan sistem jika ada satu orang yang dinyatakan positif Covid-19, maka pemeriksaan akan dilakukan kepada minal 15 orang dan maksimal 30 orang yang diketahui memiliki kontak erat.

"Nah kalau selama testing ada temuan positif, ya angka kontak dekat itu akan terus bertambah. Terus begitu sampai angka positif Covid-19 ini bisa ditekan," kata dia.

(ret)