Pengusaha Readymix di Batam 'Menjerit' Suplai Granit Tersendat

Pengusaha Readymix di Batam

Suplier beton readymix (Foto: ilustrasi)

Muhammad Ikhsan

Batam, Batamnews- Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Readymix Batam tengah krisis bahan baku granit. Hal ini disinyalir karena pemasok atau produsen granit dari Karimun lebih memanfaatkan permintaan dari Singapura.

Permintaan Singapura disinyalir sangat tinggi ke Karimun. Ini disebabkan produsen granit lain di Malaysia sedang tidak beroperasi, karena adanya lockdown di negara tersebut.

Namun imbasnya, permintaan dalam negeri khususnya Kota Batam menjadi sulit. Pengusaha beton readymix di Batam pun 'menjerit'.

Harga kebutuhan lokal kian tak stabil, cenderung melambung, jika pun ada stok bahan baku tersebut. Kondisi ini sudah berjalan dua bulan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Readymix Batam, Alizar berharap adanya upaya dan regulasi terkait suplai granit ini dari pemerintah.

"Kami sudah menyurati 12 perusahaan produsen granit di Karimun. Jawabannya nanti-nanti, dan tunggu antrean. Ditunggu-tunggu tak ada juga kepastian, granit tak datang," ujar Alizar, dalam vicon via Zoom, Rabu (14/7/2021).

Selain ke pihak produsen, Asosiasi Pengusaha Readymix Batam juga bersurat ke Gubernur Kepri nomot surat 02/PA-GUBKEPRI/BATAM/VII/2021 tanggal 2 Juli 2021 tentang permohonan audiensi.

"Kami menyurati pemerintah dalam hal ini Gubernur Kepri, supaya ada mediasi memberikan solusi atas keluhan asosiasi. Karena ini berdampak pada proyek negara dan swasta, bisa mangkrak kalau pasokan granit tak masuk," ujar Alizar.

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Readymix Batam, Tan Sun Hok, mengemukakan, jumlah pengusaha readymix di Batam ada 10. Kebutuhan readymix untuk Batam lebih kurang 80 ribu ton per bulan. Dari jumlah tersebut, perlu 40 ribu sampai 60 ribu ton bahan baku granit.

"Batam butuh granit 60 ribu ton per bulan, untuk pembangunan proyek negara yang dibiayai APBN, APBD provinsi, dan APBD Kota. Proyek pembangunan di Batam akan mangkrak, jika tak ada solusi atas tersendatnya kebutuhan granit untuk Batam," jelas Tan Sun Hok.

Ia menambahkan, beberapa pengusaha readymix di Batam masih ada stok granit. Tapi, stok sedikit dan habis dipakai untuk beberapa hari ke depan

Itu sebabnya, Asosiasi Pengusaha Readymix mengadu ke pemerintah sebagai regulator turun mengatasi kelancaran pasokan granit dengan harga wajar.

Tan Sun Hok menekankan harga wajar, lantaran suasana pandemi Covid-19 dan Malaysia sebagai salah satu produsen granit sedang lock down, sehingga pengusaha dari Singapura banyak membeli granit ke Karimun.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, diakui Tan Sun Hok, beban pengusaha sudah berat.

"Jangankan memikirkan keuntungan, tapi bertahan hidup saja bisa membayar operasional dan gaji karyawan sudah syukur. Asosiasi Pengusaha Readymix Batam mohon bantuan pemerintah. Kalau satu pengusaha readymix memiliki ratusan karyawan, untuk 10 perusahaan sudah menghidupi sekitar 10 ribuan karyawan dan keluarganya," harapnya.

Ia mengatakan, hal ini berpotensi pengusaha readymix melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Readymix Batam, Supriyadi Tirtana, memohon, agar produsen granit di Karimun tidak semuanya menjual granit ke Singapura

"Harus ada keberpihakan kebutuhan dalam negeri dalam hal ini Batam. Kami juga akan bersurat ke Presiden, jika pasokan granit ke Batam masih tersendat. Biar jelas regulasinya," tegas Supriyadi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait