Corona Melandai, India Mulai Longgarkan Aktivitas Publik di 2 Kota Besar

Corona Melandai, India Mulai Longgarkan Aktivitas Publik di 2 Kota Besar

Ilustrasi.

New Delhi, Batamnews - Pemerintah India mulai melonggarkan pembatasan aktivitas menyusul turunnya kasus Corona yang mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir.

Pelonggaran aktivitas ini dilakukan di dua kota utama India, New Delhi dan pusat keuangan Mumbai pada Senin (7/6/2021), demikian dilaporkan Channel News Asia.

India pada hari ini melaporkan 100.636 infeksi baru - setelah beberapa hari lebih dari 400.000 kasus pada Mei - dan 2.427 kematian.

Lonjakan besar membuat India melaporkan jumlah kasus dan kematian yang memecahkan rekor menjadi negara yang paling terparah kedua setelah Amerika Serikat.

Pihak berwenang di Delhi dan Mumbai, serta kota dan negara bagian lain, memberlakukan pembatasan pergerakan dan kegiatan untuk menekan lonjakan kasus Corona tersebut.

"Kita harus tetap aman dari infeksi korona dan juga mengembalikan ekonomi ke jalurnya," cuit Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal pada hari Senin ketika beberapa toko dan mal dibuka kembali.

Dia memerintahkan setengah dari toko-toko di ibu kota untuk buka pada hari ganjil dan genap setiap bulannya, dalam upaya untuk membatasi keramaian.

Kantor-kantor diizinkan dibuka dan jaringan kereta bawah tanah Delhi beroperasi dengan kapasitas 50 persen.

Tetapi beberapa pembatasan tetap dipertahankan, seperti larangan makan di restoran dan bioskop serta pusat kebugaran.

Sementara, kota-kota di utara India melaporkan rata-rata 25.000 kasus harian selama puncaknya. Itu turun menjadi 381 infeksi pada hari Minggu, kata para pejabat.

Maharashtra, negara bagian terkaya di India di mana Mumbai adalah ibu kotanya, melonggarkan pembatasan berdasarkan tingkat infeksi dan hunian tempat tidur rumah sakit.

Pihak berwenang mengizinkan bisnis berjalan hingga sore hari, mempekerjakan setengah dari karyawan mereka, dan membuka pusat kebugaran, salon, dan spa.

Di Mumbai - di mana beban kasus melonjak menjadi 11.163 pada awal April - ada 794 infeksi baru pada hari Minggu.

Mal diizinkan untuk dibuka kembali di kota dengan pembatasan, tetapi dibuka kembali sepenuhnya di kota-kota dengan tingkat infeksi yang lebih rendah seperti Nagpur dan Aurangabad.

"Ini adalah langkah ke arah yang benar," kata Rajendra Kalkar dari Phoenix Mills, yang mengelola tiga pusat perbelanjaan di Maharashtra.

"Bisnis di mal kami kembali perlahan. Ini adalah langkah yang sangat disambut baik oleh ribuan staf mal dan karyawan ritel."
 

(gea)