MUI: Jalankan Tugas Negara, Awak KRI Nanggala Mati Syahid

MUI: Jalankan Tugas Negara, Awak KRI Nanggala Mati Syahid

MUI menyebut seluruh awak KRI Nanggala mati syahid karena tengah menjalankan tugas negara. (Foto: Antara/Zabur Karuru)

Jakarta, Batamnews - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa seluruh awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Pulau Bali meninggal dunia secara syahid karena tengah menjalankan tugas negara.

"Setiap muslim yang matinya tenggelam, terlebih dalam tugas negara, merupakan mati syahid. Korban KRI Nanggala 402 yang teridentifikasi sempat salat berjamaah sebelum berlayar, menjalankan tugas kedinasan dan tugas negara, karenanya mereka termasuk syuhada," kata Asrorun dalam keterangan resminya, Senin (26/4/2021).

Asrorun turut mengutip sebuah hadis dalam ajaran Islam yang memuat seseorang bisa dinyatakan meninggal secara syahid. Hadis Riwayat Bukhari pada intinya mengatakan bahwa umat Islam terbunuh di jalan Allah, karena wabah, dan meninggal karena tenggelam dinyatakan syahid.

Dari Abu Hurairah ra beliau berkata: Rasulullah saw bersabda : "Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah Tha'un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid," (HR. Muslim).

Selain itu, Asrorun juga mengajak kepada seluruh umat Islam melaksanakan salat gaib bagi para awak KRI Nanggala yang dinyatakan meninggal dunia. Ia juga mengajak umat Islam turut mendoakan agar para korban diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

"Mari berpartisipasi untuk meringankan duka mereka, termasuk dengan memberi beasiswa bagi putra putri yang ditinggalkan," kata dia.

Asrorun juga mendoakan agar pemerintah Indonesia bisa diberikan kemampuan menjaga pertahanan dan keamanan di seluruh NKRI.

"Serta diselamatkan dari berbagai kesulitan, musibah, bala, marabahaya, dan berbagai ancaman luar dalam, hingga terwujud baldatun thayybatun wa rabbun ghafur," kata dia.

KRI Nanggala-402 sudah dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali. Seluruh awak yang berjumlah 53 orang dinyatakan gugur. Kapal selam itu terbelah menjadi tiga bagian di dasar laut.

(fox)