https://www.batamnews.co.id

Iran Dakwa 10 Pejabat terkait Penembakan Pesawat Penumpang Ukraina

Puing pesawat maskapai Ukraina yang ditembak jatuh Iran (dok. AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Teheran, Batamnews - Otoritas Iran mendakwa 10 pejabat terkait kasus ditembak jatuhnya sebuah pesawat penumpang maskapai Ukraina pada Januari 2020 lalu.

 

Seperti dilansir Reuters, Selasa (6/4/2021), laporan yang dirilis jaksa militer Iran bulan lalu menyebutkan bahwa otoritas penerbangan sipil menyalahkan radar yang misaligned atau tidak menampilkan posisi yang tepat dan menyebut kesalahan oleh seorang operator pertahanan udara sebagai penyebab insiden itu.

Ukraina dan Kanada, yang merupakan asal negara dari kebanyakan korban tewas, mengkritik laporan itu dan menyebutnya tidak cukup.

"Dakwaan telah diterbitkan untuk 10 pejabat yang terlibat dalam kecelakaan pesawat Ukraina... dan keputusan yang diperlukan akan diambil di pengadilan," sebut jaksa militer untuk Provinsi Teheran, Gholam Abbas Torki, seperti dikutip kantor berita ISNA.

Tidak disebutkan lebih lanjut oleh Torki soal identitas 10 pejabat yang dijerat dakwaan tersebut.

Diketahui bahwa pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Teheran pada 8 Januari 2020. Kecelakaan itu menewaskan seluruh 176 penumpang dan awak, termasuk 55 warga Kanada.

Otoritas Iran sempat menyangkal, sebelum akhirnya mengakui bahwa Garda Revolusi Iran telah secara keliru menembak jatuh pesawat jenis Boeing 737-800 yang terbang menuju ke Kiev tersebut. Dua rudal menghantam pesawat penumpang itu dalam selisih waktu 25 detik.

 

Disebutkan otoritas Iran bahwa saat itu Garda Revolusi Iran sedang dalam posisi siaga tinggi di tengah konfrontasi kawasan dengan Amerika Serikat (AS).

Ketika itu Iran sedang cemas soal potensi serangan AS usai mereka menembakkan sejumlah rudal ke pangkalan militer Irak yang menjadi markas tentara AS, sebagai balasan atas kematian jenderal militer berpengaruh, Qassem Soleimani, dalam serangan drone AS di bandara Baghdad.

(fox)