Baku Tembak Warnai Pembebasan Lima WNI Sandera Abu Sayyaf

Baku Tembak Warnai Pembebasan Lima WNI Sandera Abu Sayyaf

Tiga dari lima WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf berhasil dibebaskan tentara Filipina. (Foto: The Star)

Kota Kinabalu, Batamnews - Tentara Filipina membebaskan lima warga Indonesia yang diculik kelompok Abu Sayyaf di perairan Tambisan, lepas pantai timur Sabah. Baku tembak terjadi dalam pembebasan ini.

Salah satu sandera, Khairul Kastimaran berhasil melarikan diri dari para penculiknya dan berlari menuju pasukan Filipina yang terlibat baku tembak dengan sub-komandan penculikan Abu Sayyaf yang terkenal kejam, Mike Apo di sebuah pulau di Tawi-Tawi, dekat Sabah pada Sabtu (20/3/2021).

Laporan sebelumnya menyatakan bahwa Mike Apo tewas tetapi dua pria bersenjata lainnya melarikan diri selama baku tembak, yang dimulai sekitar pukul 6.45 pagi dan berlangsung lima menit.

Sumber militer Filipina mengonfirmasi bahwa remaja itu diselamatkan tanpa cedera sekitar pukul 6.30 pagi pada hari Minggu (21 Maret).

Dia sekarang berada di bawah pengawasan yang aman dari pasukan keamanan, tambah mereka, seperti dilaporkan The Star.

Remaja itu awalnya dianggap sudah dewasa dan diduga telah melarikan diri dari para penculiknya tahun lalu, tetapi dia rupanya ditangkap kembali dan disandera lagi.

Sumber mengatakan bocah itu adalah sandera Indonesia terakhir dari penculikan di Tambisan di mana orang-orang bersenjata menangkap lima orang itu dari perahu nelayan mereka pada 15 Januari tahun lalu.

Tiga lainnya - Arsyad Dahlan, 42, Arizal Kastamiran, 29, dan Andi Riswanto, 27 - diselamatkan dua hari lalu oleh polisi Filipina menanggapi panggilan darurat untuk membantu korban kapal terbalik di lepas pantai Pulau Kalupag di Languyan, Tawi-Tawi.

Sandera lainnya, yang diidentifikasi sebagai La Baa, 32, tewas dalam baku tembak pada bulan September.

(gea)