Empat Relawan Vaksin Corona Buatan Pfizer Alami Bell`s Palsy, Apa Itu?
Ilustrasi.
New York - Regulator Administrasi Makanan dan Obat (FDA) Amerika Serikat menyebut empat relawan yang diberi vaksin corona yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dalam tahap percobaan menunjukan gejala Bell's palsy.
Lembaga itu menyebut Bell's palsy merupakan salah satu bentuk kelumpuhan wajah sementara yang dialami usai mendapat suntikan vaksin. Demikian dikutip Batamnews dari Zeenews India, Jumat (11/12/2020).
Namun, FDA mencatat bahwa masih belum jelas bagaimana penyebab Bell's palsy pada sukarelawan ini. Mereka menekankan bahwa dokter harus memantau dengan cermat efek samping vaksin dan terus memantau berapa banyak orang yang terkena.
Orang yang menderita Bell's palsy mengalami kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot wajah. Kelumpuhan biasanya terjadi ketika saraf yang mengontrol otot menjadi meradang, bengkak, atau tertekan.
Sementara itu, kepala eksekutif Pfizer Albert Bourla mencatat bahwa raksasa farmasi itu tidak "mengambil jalan pintas" saat meluncurkan vaksin.
Menurut dia, vaksin ini telah diuji dengan cara yang persis sama seperti mereka menguji vaksin apa pun yang beredar.
"Selalu ada orang yang skeptis tentang vaksin, tetapi saya harus mengatakan bahwa mereka salah," kata Bourla.

Komentar Via Facebook :